Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Rasakan Guncangan Gempa, Warga Sukabumi Berhamburan

Senin 06 Jan 2020 07:25 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Reiny Dwinanda

Gempa. Ilustrasi. Warga Sukabumi berhamburan begitu merasakan guncangan gempa bermagnitudo 5,1 yang berpusat di Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi.

Gempa. Ilustrasi. Warga Sukabumi berhamburan begitu merasakan guncangan gempa bermagnitudo 5,1 yang berpusat di Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi.

Foto: Reuters
Gempa bermagnitudo 5,1 membuat warga Sukabumi berhamburan pada Senin pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sebagian warga Kota/Kabupaten Sukabumi merasakan gempa dengan magnitudo 5,1 yang berpusat di Garut, Senin (6/1) pagi. Mereka berhamburan keluar rumah karena khawatir gempa akan merusak bangunan kediamannya.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa dengan magnitudo 5.1 tersebut terjadi sekitar pukul 06.12 WIB. Lokasi gempa berada di titik koordinat 8.15 LS, 107.34 BT, 120 kilometer Barat Daya Kabupaten Garut Jawa Barat dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

"Getaran gempa cukup kuat terasa dan sebagian warga keluar rumah,'' ujar warga Kampung Parungseah RT 02 RW 06, Desa Parungseah, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Atep Maulana (35 tahun).

Menurut Atep, guncangan gempa berlangsung singkat. Atep mengungkapkan, gempa tidak menyebabkan kerusakan pada bangunan. Namun, kejadian tersebut hanya mengagetkan warga yang tengah akan memulai aktivitas di pagi hari.

Guncangan gempa juga dirasakan oleh sejumlah warga Kota Sukabumi lainnya. ''Getaran gempa cukup kencang dan mengejutkan warga,'' ujar warga di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Iman S (40).

Akibatnya, warga di sekitar rumahnya keluar rumah karena khawatir ada gempa susulan. Setelah beberapa saat kemudian, warga kembali beraktivitas normal karena tidak terjadi gempa susulan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami mengatakan, pihaknya masih memantau dampak gempa di lapangan. Informasi yang diperoleh sebagian warga merasakan getaran gempa tersebut, namun hingga kini belum ada laporan kerusakan akibat gempa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA