Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Banjir, 7.699 Kepala Keluarga Masih Mengungsi di Jabodetabek

Senin 06 Jan 2020 06:39 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Anak-anak korban bencana banjir di posko pengungsian Masjid Jami Al Umariyah, Kompleks IKPN Bintaro, Jakarta, Ahad (5/1). BNPB mencatat jumlah pengungsi banjir Jabodetabek sudah menurun drastis pada Ahad.

Anak-anak korban bencana banjir di posko pengungsian Masjid Jami Al Umariyah, Kompleks IKPN Bintaro, Jakarta, Ahad (5/1). BNPB mencatat jumlah pengungsi banjir Jabodetabek sudah menurun drastis pada Ahad.

Foto: Republika/Prayogi
Jumlah pengungsi turun drastis dari 30.102 menjadi 7.699 kepala keluarga per Ahad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah pengungsi akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berkurang secara drastis. Sebagian besar pengungsi terpantau mulai kembali ke rumah masing-masing pada Ahad (5/1).

Berdasarkan data rekapitulasi dampak banjir dan longsor yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikutip di Jakarta, Senin, jumlah total pengungsi di seluruh wilayah per tanggal 5 Januari 2020 pukul 23.00 WIB sebanyak 7.699 KK dengan 35.502 jiwa. Pada tanggal 4 Januari pukul 18.00 WIB, jumlahnya masih 39.102 KK dengan 92.261 jiwa.

"Terjadi penurunan jumlah pengungsi di DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, dan Kota Tangsel, Kabupaten Lebak dikarenakan kembali ke rumah masing-masing," tulis akun Twitter resmi BNPB.

Penurunan jumlah pengungsi paling banyak di Kota Bekasi dari sebelumnya sebanyak 70.002 jiwa pada Sabtu (4/1) menjadi 221 jiwa pada Ahad (5/1). Namun, jumlah pengungsi di Kabupaten Bogor mengalami penambahan data dari sebelumnya 1.185 KK dengan 4.146 jiwa pada Sabtu (4/1) bertambah menjadi 2.210 KK dan 15.115 jiwa.

Baca Juga

photo
Kondisi posko pengungsian korban banjir di gedung PGRI Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

Sementara itu, untuk korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor juga bertambah dari yang sebelumnya 60 jiwa pada Sabtu (4/1) menjadi 66 jiwa pada Ahad (5/1). Penambahan data korban jiwa, yaitu di Kabupaten Bogor satu orang dari 16 menjadi 17 jiwa, dan di Kota Tangerang dari satu korban jiwa menjadi enam korban jiwa. Sementara korban hilang tidak terdapat penambahan, yaitu dua orang di Kabupaten Lebak.

Selain itu, BNPB juga mencatat penurunan jumlah titik banjir dari sebelumnya terdapat di 11 wilayah kabupaten/kota pada Sabtu (4/1) kini menjadi hanya tinggal di wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Jakarta Barat. Warga di beberapa titik lokasi banjir yang sudah surut juga mulai membersihkan rumahnya dari kotoran lumpur sisa genangan banjir. Sejumlah sekolah yang terdampak banjir di DKI Jakarta juga dibersihkan sejak Sabtu (4/1) untuk persiapan hari pertama sekolah pada hari ini setelah libur akhir semester.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA