Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

PM Australia Peringatkan Karhutla Bisa Berbulan-Bulan

Senin 06 Jan 2020 01:37 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Endro Yuwanto

 Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Foto: EPA-EFE/Peter Rae
Sudah ada 24 orang yang tewas sejak kebakaran terjadi pada bulan September.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison memperingatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Sudah ada 24 orang yang tewas sejak kebakaran terjadi pada bulan September.

Kualitas udara di ibu kota Canberra pekan ini menjadi yang paling buruk di dunia. Morrison mengumumkan pembentukan badan pemulihan untuk membantu masyarakat yang kehilangan rumah dan usahanya karena kebakaran.

Morrison menghadapi kritikan tajam karena lambatnya respon pemerintah dalam menanggulangi krisis. Beberapa hari pekan ini menjadi yang terburuk sejak kebakaran terjadi empat bulan yang lalu.

Ratusan rumah hancur dan langit di pinggir kota-kota besar berwarna merah menyala, abu dan asap pun memenuhi udara. Kondisi di Victoria dan New South Wales sedikit membaik.

Suhu udara dan kecepatan angin menurun serta sempat terjadi hujan ringan. Tapi pihak berwenang memperingatkan bahaya masih belum berakhir.

"Kami berada di wilayah yang tak terpetakan, kami tidak bisa berpura-pura ini sesuatu yang sudah kami alami sebelumnnya, ini tidak pernah kami alami," kata PM Negara Bagian New South Wales Gladys Berejiklian kepada BBC, Ahad (5/1).

Salah satu warga John Steele, 73 tahun, dievakuasi bersama dengan istrinya dari rumahnya di utara Eden. Ia mengatakan jarak pandang hanya sekitar 50 meter. Steele mengatakan banyak puing-puing yang jatuh dan debu putih memenuhi udara. "Langit masih merah, kami belum keluar dari hutan," katanya.

Morrison mengumumkan pengerahan pasukan militer dalam sejarah Australia modern. Sebanyak 3.000 tentara cadangan dikerahkan untuk membantu pemadam kebakaran yang kelelahan.

Morrison membatalkan kunjungannya ke India karena krisis kebakaran hutan ini. Ia terus diserang kritik. Terutama setelah kepada Pemadam Kebakaran Pinggir Kota New South Wales mengatakan ia baru mengetahui rencana pengerahan pasukan melalui media.

Morrison memperingatkan proses untuk menghentikan kebakaran ini masih panjang. Menurutnya mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan. Ia mengatakan akan membentuk badan pemulihan yang akan bekerja setidaknya selama dua tahun.

Media setempat melaporkan badan tersebut akan membantu para korban kebakaran. Badan pemerintah itu akan membangun kembali infrastruktur sampai memberikan bantuan kesehatan jiwa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA