Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Liverpool Berada di Trek Tepat untuk Lampaui Rekor City

Ahad 05 Jan 2020 12:47 WIB

Red: Andri Saubani

Selebrasi Salah dan Mane pada laga Liverpool dan Sheffield United di Anfield Stadium, Liverpool, Jumat (3/1) dini hari.

Selebrasi Salah dan Mane pada laga Liverpool dan Sheffield United di Anfield Stadium, Liverpool, Jumat (3/1) dini hari.

Foto: Jon Super/AP Photo
Liverpool berpeluang memecahkan rekor City sebagai klub dengan 100 poin semusim.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Reja Irfa Widodo, Anggoro Pramudya

Baca Juga

Pada musim 2016/2017, Manchester City mampu memecahkan rekor baru di sejarah Liga Primer Inggris. The Citizens menjadi tim pertama yang mampu mengumpulkan 100 poin dalam satu musim gelaran kompetisi Liga Primer Inggris, dan berhak mengenakan mahkota juara kompetisi tertinggi sepak bola Inggris tersebut.

Namun, jika menillik kencenderungan dan tren performa Liverpool, maka bukan tidak mungkin rekor apik City itu bakal dipecahkan The Reds pada musim ini. Bahkan, apabila mampu mempertahankan performa hingga akhir musim ini, tim asal Merseyside itu tidak hanya megakhiri puasa gelar di level tertinggi kompetisi sepak bola Ingris, yang terentang sejak musim 1989/1990, tapi juga bisa mengumpulkan lebih dari 100 poin.

Kemenangan 2-0 atas Sheffield United, tengah pekan lalu, membuat Liverpool mengumpulkan 58 poin dari raihan maksimal 60 poin dari 20 laga terakhir di Liga Primer Inggris. Catatan ini sama seperti yang ditorehkan Manchester City pada dua tahun lalu. Dengan torehan 19 kemenangan dan satu hasil imbang, Liverpool mampu mencatatkan rataan raihan poin sebesar 2,9 poin per laga.

Jika mampu mempertahankan kencenderungan dan raihan rataan poin per laga tersebut, maka Liverpool bisa mengakhiri Liga Primer Inggris dengan raihan 110 poin dari 38 pada musim ini. Tidak hanya menjadi raihan poin tertinggi juara Liga Primer Inggris, tapi ini juga menjadi raihan poin tertinggi peraih gelar juara liga di lima liga top Eropa.

Sejak menelan kekalahan terakhir di pentas Liga Primer Inggris, tepatnya kala menyerah 1-2 dari Manchester City, 3 Januari 2018 silam, Liverpool tidak pernah kalah dengan raihan 101 poin dari 37 laga. Selain itu, The Reds juga mengemas 32 kemenangan dari 37 laga dengan rataan raihan poin mencapai 2,7 poin per laga.

Dengan rekor tak terkalahkan dalam rentang satu tahun kalender, Liverpool mampu selalu mencetak gol di 29 laga Liga Primer Inggris dengan total gol mencapai 89 gol. Laju impresif Liverpool itu pun termasuk saat mampu tampil apik pada paruh pertama Liga Primer Inggris musim ini. The Reds telah mengantongi keunggulan 13 poin dari peringkat kedua, Leicester City, dan mengantongi satu laga sisa.

Tidak hanya itu, tren performa Liverpool pun terus menunjukan peningkatan, terutama dari aspek keberhasilan mencetak clean sheet. Pada lima laga terakhir Liga Primer Inggris, The Reds sukses mencetak 12 gol dan tidak kebobolan satu gol pun.

Padahal pada awal musim ini, Liverpool tercatat telah kebobolan di delapan laga. Kendati begitu, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, menegaskan, timnya tidak mau puas begitu saja dan masih memiliki ruang untuk terus meningkatkan performa.

"Kami masih bisa dan tentu saja ingin terus berusaha memperbaiki performa. Belum ada pesta atau perayaan apa pun yang telah kami lakukan di ruang ganti (terkait keunggulan 13 poin)," ujar Klopp seperti dikutip Reuters, Ahad (5/11).

photo
Enam Besar Klasemen Liga Primer Inggris

Pelatih City Guardiola menegaskan timnya tak akan menyerah untuk menekan Liverpool. Meskipun, City saat ini masih di peringkat ketiga klasemen Liga Primer dengan perolehan angka 44 dari 21 pertandingan. Mereka tertinggal 11 angka dari sang pemimpin Liverpool, serta terpaut satu poin atas Leicester City di peringkat kedua.

"Kami tidak akan menyerah untuk memberikan tekanan kepada Liverpool. Kami bermain bagus, jadi saya sangat senang. Tiga poin penting dan lebih dekat ke Leicester City," tegas Pep dikutip BBC Sport, Kamis (2/1).

Guardiola mengakui kalau skuat City musim ini di bawah standar dibandingkan sebelumnya. Namun, mantan pelatih Barcelona itu menilai penyebabnya karena beberapa pemain kunci cedera. Seperti Aymeric Laporte dan Leroy Sane untuk jangka panjang, serta David Silva dan Sergio Aguero yang mengalami cedera jangka pendek.

"Dengan semua skuat, ya (City bisa bersaing). Ada beberapa hal yang tidak bisa kami kontrol. Kami selesaikan yang bisa kami lakukan," ucap Guardiola, dikutip dari Goal.

Masalah lain yang tak bisa dikontrolnya adalah Liverpool, yang sejauh ini cukup fantastis. Sayangnya, dengan kondisi skuatnya yang pincang, City tak bisa mengimbangi Liverpool. Guardiola menyangkal kalau menurunnya performa City musim ini karena kegagalan dalam bursa transfer musim panas lalu.

"Tidak, saya pikir tim fantastis. Saya menyukainya. Kami punya masalah dengan cedera, hal ini terjadi dan juga Liverpool sangat luar biasa," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA