Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Dompet Dhuafa Luncurkan Buku The Power of Silat

Sabtu 04 Jan 2020 13:36 WIB

Rep: Rusdi Nurdiansyah/ Red: Muhammad Hafil

Dompet Dhuafa ajak masyarakat melestarikan Pencak Silat.

Dompet Dhuafa ajak masyarakat melestarikan Pencak Silat.

Foto: Dompet Dhuafa
Buku The Power of Silat diapresiasi oleh tokoh silat Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Dompet Dhuafa (DD) mengajak masyarakat melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Untuk itu, DD mendukung pentas silat sekaligus peluncuran buku The Power of Silat, di DMall Depok, Sabtu (4/1).

"Mari kita rawat pencak silat sebagai budaya bangsa yang menjadi identitas bangsa Indonesia," ujar Ketua Yayasan Dompet Dhuafa (DD), Nasyith Madjidi.

Tokoh pencak silat internasional Mayjen TNI Purn Dr Eddie M Nalapraya mengapresiasi DD yang turut mengembangkan pencak silat. Ia juga mengapresiasi buku The Power of Silat yang ditulis Herman Budianto, Ketua Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa.

Eddie menegaskan, silat adalah untuk kehidupan. "Pencak silat bukan untuk beladiri tapi untuk kehidupan," tegasnya.

Menutut Eddie, silat, untuk menjaga ahlak yang baik. Silat juga untuk beladiri dan kesehatan. Ketiga, silat untuk kesejahteraan. "Dalam silat ada aspek keamanan dan kesejahteraan. Ini bisa menjadi ketahanan bangsa Indonesia," jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini sudah ada 70 negara yang menggemari silat. "Dan silat sudah diakui oleh badan dunia Unesco. Kita harus kembangkan," tegas Eddie yang menjadi guru besar silat Indonesia.

Eddie mengajak generasi muda belajar dan mencintai budaya silat dan mengajak pemuda Indonesia mempejari silat, termasuk dari buku dan juga youtube. "Coba buka di Youtube ada Ksatria Bangsa, dan perjalanan silat menuju Unesco," terangnya.

Penulis buku The Power of Silat, Herman Budianto menjelaskan, DD mendorong dan melestarikan silat melalui Kampung Silat Jampang. "Kami melalui Dompet Dhuafa memiliki keprihatinan terhadap pengembangan silat," tuturnya.

Herman mengutarakan, pada 2008, pihaknya mengumpulkan para guru silat untuk mengembangkan silat. "Kami tidak ingin silat mati obor, gurunya meninggal silat turut mati. Buku The Power of Silat untuk mengajak masyarakat agar silat memberikan manfaat. Pencak silat memberikan dampak positif dalam kehidupan," pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA