Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Banjir di Sebagian Jakarta Surut, Kelistrikan Dipulihkan

Jumat 03 Jan 2020 17:48 WIB

Red: Andri Saubani

Warga membersihkan endapan lumpur pascabanjir yang melanda kawasan Kampung Pulo, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Warga membersihkan endapan lumpur pascabanjir yang melanda kawasan Kampung Pulo, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Wilayah Pasar Baru, Bendungan Hilir, dan Gunung Sahari sudah tak menyisakan genangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki hari ketiga setelah banjir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peta sebaran wilayah terdampak banjir yang sudah mulai surut sejak Jumat (3/1) pagi di sejumlah titik wilayah Jakarta. Namun, sebagian wilayah di Jakarta dan sekitarnya masih tergenang akibat banjir yang terjadi sejak Rabu (1/1).

Menurut data BNPB, ketinggian banjir di beberapa lokasi sudah tidak setinggi seperti dua hari lalu. Laporan dari BPBD per 3 Januari pukul 14.30 WIB menunjukkan, bahwa genangan air di DKI Jakarta sudah surut.

Di wilayah Jakarta Pusat yang pada dua hari kemarin melanda wilayah Pasar Baru, Bendungan Hilir, dan Gunung Sahari sudah tidak menyisakan genangan. Namun, di sebagian wilayah lainnya seperti Jakarta Timur misalnya masih tergenang air. Jika ketinggian air pada dua hari lalu mencapai 310 cm, kini menjadi 20-25 cm.

Ketinggian air di wilayah Jakarta Barat kini mencapai 20-70 cm, sedangkan di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara tinggi air bervariasi mulai dari 20-200 cm. Warga pun mulai kembali dan membersihkan rumah-rumahnya dan petugas mulai membersihkan jalan-jalan wilayah yang sudah surut.

Baca Juga

photo
Warga membersihkan sampah pascabanjir yang melanda kawasan Kampung Pulo, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Berdasarkan laporan PLN per 3 Januari 2020, sebesar 84 persen kelistrikan yang terdampak banjir di tiga wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten telah dipulihkan. Dari total 6.338 gardu distribusi yang terdampak padam akibat banjir, sebanyak 5.344 sudah kembali normal.

"Hingga pagi ini pukul 09.00 WIB kondisi gardu distribusi yang sudah dinormalkan kembali sudah mencapai 84 persen," ujar Koordinator Inspektur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Yunan Nasikhin di Jakarta, Jumat.

Untuk wilayah DKI Jakarta, 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di bawah wilayah kerja PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya terdampak banjir. Sebanyak 3.051 unit gardu distribusi terdampak/mengalami padam atau sengaja dipadamkan untuk keamanan warga dengan kondisi 2.530 unit telah dinormalkan (83 persen) dan 521 unit masih padam (17 persen).

Di Jawa Barat, enam UP3 di bawah wilayah kerja PLN Distribusi Jawa Barat terdampak banjir. Dari 2.689 unit gardu distribusi yang terdampak banjir, 2.334 unit dinormalkan (87 persen) dan 355 unit masih padam (13 persen).

Di Banten, enam UP3 di bawah wilayah kerja PLN Distribusi Banten terdampak banjir. Dari 598 unit gardu distribusi yang terdampak banjir, 480 unit telah dinormalkan (80 persen) dan 118 unit masih padam (20 persen). PLN juga dilaporkan menyiagakan 3.200 personil untuk pemulihan kelistrikan pascabanjir yang melanda Jabodetabek.




sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA