Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

KAI Daop 1 Segera Petakan Daerah Rawan Banjir

Jumat 03 Jan 2020 17:42 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Petugas memeriksa rel kereta api yang terendam banjir di Stasiun KA Tanah Abang, Jakarta, Rabu (1/1/2020).

Petugas memeriksa rel kereta api yang terendam banjir di Stasiun KA Tanah Abang, Jakarta, Rabu (1/1/2020).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Sejumlah titik jalur lintas KA di area Daop 1 Jakarta terimbas banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT KAI (Persero) Daerah Operasional (Daop) 1 akan segera melakukan pemetaan daerah-daerah rawan banjir. Banjir diklaim menjadi kendala utama PT KAI dalam beroperasi.

"Sejauh ini memang problemnya terjadi genangan kita tidak beroperasi," kata Executive Vice President Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah, Jumat (3/1).

Baca Juga

Setelah dilakukan pemetaan, Dadan mengatakan, PT KAI akan melakukan peninggian rel secara bertahap. Menurut Dadan, peninggian akan dilakukan sejauh 500 m dengan tinggi 75 cm. Peninggian rel pun ditargetkan selesai pertengahan Februari mendatang.

Sebelumnya, sejumlah titik jalur lintas KA di area Daop 1 Jakarta terimbas banjir. Ketinggian banjir terpantau bervariasi sekitar 4 sampai dengan 8 cm diatas kop rel. Perjalanan KA pun terpaksa harus dihentikan.

Beberapa titik yang terdampak yaitu Rawa Buaya - Batu Ceper, stasiun Tanah Abang, hingga perjalanan KA Bandara dan KRL Relasi Tangerang - Duri. Meski ketinggian sempat berkurang, sejumlah titik tersebut masih terganggu lantaran ada beberapa bantalan yang bergeser.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan titik-titik yang terganggu tersebut akan segera beroperasi. "Kami pastikan besok akan beroperasi tapi belum penuh. KA masih 1 jam sekali, karena harus gunakan satu rel dulu, satunya lagi masih diperbaiki," kata Budi.

Budi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan PT KAI untuk merealisasikan peninggian rel. Dengan dilakukannya peninggian rel diharapkan KA tetap bisa beroperasi meskipun terjadi banjir.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA