Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

86 Pekerja Migran Indonesia Raih Sarjana di Hong Kong

Jumat 03 Jan 2020 14:11 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Sebanyak 86 pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong berhasil meraih gelar sarjana. (ilustrasi)

Sebanyak 86 pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong berhasil meraih gelar sarjana. (ilustrasi)

Foto: Dede Lukman Hakim/Republika
Sebanyak 86 pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong berhasil meraih gelar sarjana

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sebanyak 86 pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong berhasil menggondol gelar sarjana S-1 dari Universitas Terbuka (UT). Sejak UT dibuka pada tahun 2014, sampai saat ini sudah mewisuda 86 PMI di Hong Kong. Demikian keterangan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI di Beijing Yaya Sutarya kepada Antara di Beijing, Jumat (3/1).

Ia mencatat sebanyak 233 mahasiswa UT yang didominasi para pekerja perempuan Indonesia itu mengikuti ujian semester menjelang akhir tahun lalu. Mereka menempuh berbagai disiplin pendidikan jenjang S-1 di Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) dan Fakultas Ekonomi dengan enam jurusan, yakni Sastra Inggris, Hukum, Komunikasi, Administrasi Bisnis, Akuntansi, dan Manajemen.

Atdikbud KBRI Beijing yang tugasnya melingkupi China, Hong Kong, Makau, dan Mongolia itu akan terus membantu meningkatkan jumlah mahasiswa UT. "Kalau dihitung-hitung, jumlah peserta UT itu hanya 15 persen dari keseluruhan PMI kita yang bekerja di Hong Kong," kata Yaya menambahkan.

Sejauh ini, para TKI yang mengikuti program perkuliahan di UT mengeluarkan biaya sendiri. Perkuliahan dilakukan melalui mekanisme jarak jauh dan tatap muka secara berkala. "Pemerintah harus mendukung penuh kegiatan ini untuk membantu para pekerja kita di luar negeri terhindar dari perbuatan negatif," ujarnya.

Jumlah PMI di Hong Kong saat ini diperkirakan mencapai angka 180 ribu orang. Mereka didominasi kaum pekerja perempuan di sektor informal dengan masa kontrak kerja dua tahun dan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan antara pekerja dan majikan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA