Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Pembangunan Transmisi Jadi Fokus 2020

Kamis 02 Jan 2020 09:28 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Petugas mengganti kabel jaringan listrik (uprating) pada transmisi tegangan tinggi di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/11).

Petugas mengganti kabel jaringan listrik (uprating) pada transmisi tegangan tinggi di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/11).

Foto: Antara/Basri Marzuki
Pemerintah perlu menambah transmisi untuk menampung listrik dari proyek yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera mengkaji ulang mengenai rencana pengembangan pembangkit listrik di Indonesia. Pengkajian ini akan menjadi bahan revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2020.

Baca Juga

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan, perubahan arah pembangunan ketenagalistrikan dirasa perlu saat ini terutama perlunya menambah transmisi dalam sistem ketenagalistrikan. "Sekarang kan memang yang kurang transmisi, yang sedang terlambat kan transmisi," ungkap Arifin, Rabu (1/1).

Kebutuhan pembangunan transmisi dan gardu pembangkit menjadi perhatian pemerintah dalam pendistribusian listrik. Jika tak dikejar, transmisi yang ada tidak akan mampu menammpung listrik dari proyek-proyek yang sudah jadi.

Pemerintah juga akan mengantur kembali Independent Power Producer (IPP) maupun PLN untuk membangun pembangkit sesuai dengan kebutuhan konsumen dan masyarakat banyak. Aturan ini nantinya menjadi bahan dalam revisi RUPTL 2020. 

"Harus dilihat semuanya itu, kalo misalnya tidak ada demand (konsumen), kita pasang terus, harus ada yang bayar," tegas Arifin.

Arifin juga memastikan pembangunan pembangkit listrik yang belum selesai terus dipantau agar segera selesai. "Yang 35 ribu Mega Watt masih harus diselesaikan dan semua dipastikan (konsumen) ada," tutup Arifin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA