Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Korban Meninggal Akibat Kebakaran di Australia Bertambah

Kamis 02 Jan 2020 05:21 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Petugas berusaha memadamkan api di Ridge Road di Woodside, Adelaide Hills, Adelaide, Australia, Jumat (20/12).

Petugas berusaha memadamkan api di Ridge Road di Woodside, Adelaide Hills, Adelaide, Australia, Jumat (20/12).

Foto: Kelly Barnes/EPA-EFE
Tiga orang dilaporkan meninggal akibat kebakaran hutan di Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Korban meninggal akibat kebakaran hutan di Australia kini bertambah menjadi tiga orang. Satu korban masih hilang dan dikhawatirkan meninggal.

Tubuh seorang pria ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dalam sebuah mobil yang terbakar di pantai selatan New South Wales (NSW), Rabu (1/1) pagi. Polisi pun memprediksi jumlah korban jiwa akan meningkat mengingat kebakaran yang semakin meluas.

"Mirisnya, kita melaporkan bahwa polisi telah mengkonfirmasi tiga kematian sebagai akibat kebakaran di NSW, " ujar Wakil Komisaris Polisi NSW Gary Worboys kepada wartawan di Sydney dikutip Aljazirah, Rabu.

Baca Juga

Hewan ternak dan hewan dalam skala besar juga diperkirakan terkena dampak, meskipun Kebun Binatang Mogo yang merupakan rumah bagi koleksi primata terbesar Australia, bersama dengan zebra, badak putih, singa, harimau, dan jerapah telah diselamatkan. Perdana Menteri Negara Bagian Victoria Daniel Andrews mengatakan, empat orang masih hilang setelah kobaran api besar melanda Gippsland, wilayah pedesaan sekitar 500 kilometer (310 mil) timur Melbourne.

Sekitar 4.000 orang di kota Mallacoota di Victoria menyelamatkan diri ke tepi pantai setelah jalan utama terputus oleh api kebakaran hutan. Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian mengatakan, pemerintah sedang berupaya memulihkan komunikasi dengan daerah-daerah yang terputus oleh kebakaran.

Dia memperingatkan kondisi akan memburuk lagi pada akhir pekan. Sementara itu, ibu kota Australia, Canberra juga diselimuti asap tebal, mencapai sekitar 20 kali tingkat bahaya sehingga memicu peringatan kesehatan.

Kapal angkatan laut Australia bergerak menyediakan pasukan dan bantuan evakuasi. Secara total, sejak kebakaran hutan melanda negara tetangga Indonesia bulan lalu, 12 orang meninggal dunia, termasuk tiga sukarelawan kebakaran.

Kali ini kekeringan di Australia menjadi yang terparah di seluruh negara bagian. Dipicu oleh suhu yang meningkat, api kemudian berkobar di seluruh kota sehingga memaksa ribuan penduduk mencari perlindungan.

Kebakaran hutan di Australia telah menghancurkan lebih dari empat juta hektare lahan. Nyala api dipicu oleh kondisi yang sangat panas, berangin, dan sambaran petir yang diciptakan oleh kebakaran itu sendiri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA