Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Tren Diet Tahun Baru Ini Bisa Berbahaya

Kamis 02 Jan 2020 04:05 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Ingin diet di tahun baru? Pilih metode diet yang aman bagi kesehatan.

Ingin diet di tahun baru? Pilih metode diet yang aman bagi kesehatan.

Foto: Republika/Mardiah
Cara terbaik menurunkan berat badan atau diet adalah perlahan tapi pasti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak sedikit orang yang bersemangat mengawali tahun baru dengan resolusi menurunkan berat badan. Untuk mencapai tujuan ini, sebagian orang mungkin mencari jalan pintas dengan mencoba beragam tren diet ekstrim hingga produk pelangsing agar dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat.

Meski terdengar membosankan, cara terbaik untuk mencapai target penurunan berat badan adalah secara perlahan tetapi pasti. Hal ini bisa diraih dengan menjalankan pola makan seimbang dalam porsi cukup dan olahraga secara teratur.

Di antara beragam tren diet, ada beberapa yang perlu diwaspadai karena berisiko memicu terjadinya masalah kesehatan. Beebrapa tren tersebut adalah penggunaan pil diet, teh detoks dan obat penekan nafsu makan.

Produk-produk tersebut memang menjanjikan penurunan berat badan yang cepat dengan cara mengurangi nafsu makan. Akan tetapi, metode ini memiliki risiko efek samping seperti diare dan masalah kesehatan jantung. Terkadang, penggunaan produk pelangsing juga dapat membuat pil KB menjadi tidak bekerja secara optimal.

"Resolusi tahun baru merupakan waktu yang baik untuk membuat perubahan, tapi dalam realitanya hanya ada sedikit kemungkinan bisa berhasil dengan pil diet dan teh detoks," jelas National Medical Director NHS Inggris Profesor Stephen Powis, seperti dilansir Metro.

Senada dengan  Powis, Clinical Lead di Treated.com Dr Daniel Atkinson juga turut memberi peringatan terkait efek samping dari penggunaan pil penurun berat badan dan pil pengurang lemak. Beberapa di antaranya adalah nyeri rektum, perasaan kembung, perasaan lelah dan peningkatan frekuensi buang air besar.

"Menstruasi tidak teratur, masalah gigi atau gusi, semua itu adalah potensi efek sampingnya," terang Atkinson.

Tak sampai di situ, Atkinson mengatakan penggunaan pil pelangsing dan pembatasan asupan makan yang ekstrim dapat memicu terjadinya defisiensi vitamin. Dehidrasi karena frekuensi buang air meningkat juga turut menjadi risiko yang tak boleh diabaikan.

"Anda merasa tidak nyaman dan itu bukan diet yang bisa berlangsung untuk jangka panjang," tutur Atkinson.

Alih-alih menggunakan produk pelangsing untuk menurunkan berat badan secara instan, lebih baik perbaiki pola makan dengan memperkaya asupan serat. Asupan serat bisa didapatkan dari sayur serta buah-buahan. Asupan serat yang cukup dapat membantu memperlancar proses pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang yang lebih banyak sehingga keinginan untuk makan berlebih atau mengemil dapat ditekan.

Tentu jauh lebih baik bila seseorang yang berencana menurunkan berat badan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter dapat memberikan bimbingan yang tepat terkait pengaturan pola makan dan olahraga yang paling sesuai untuk tiap individu.

"Penurunan berat badan lebih mirip seperti maraton dibandingkan lari cepat, jadi Anda perlu bersabar selama perjalanan Anda," jawab Atkinson.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA