Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Tahun Baru Dibayangi Kebakaran Hutan dan Unjuk Rasa

Rabu 01 Jan 2020 10:57 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Petugas pemadam kebakaran New South Wales berupaya memadamkan api di Blue Mountains National Park, barat laut Sydney, Australia. Kemeriahan tahun baru kali ini dibayangi berbagai masalah mulai dari kebakaran hutan dan unjuk rasa. Ilustrasi.

Petugas pemadam kebakaran New South Wales berupaya memadamkan api di Blue Mountains National Park, barat laut Sydney, Australia. Kemeriahan tahun baru kali ini dibayangi berbagai masalah mulai dari kebakaran hutan dan unjuk rasa. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/DEAN LEWINS
Kemeriahan tahun baru kali ini dibayangi berbagai masalah mulai seperti kebakaran

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Kembang api tahun baru memeriahkan kota-kota terbesar di dunia mulai dari Sydney sampai Tokyo. Tapi kemeriahan tahun baru kali ini dibayangi berbagai masalah mulai dari kebakaran hutan dan unjuk rasa.

Sekitar satu juta orang di berkumpul di pelabuhan Sydney dan distrik sekitar. Mereka menonton ledakan 100 ribu kembang api. Di sisi lain ada ribuan orang Australia yang mencari tempat perlindungan untuk menghindari kebakaran hutan.

Ribuan warga Hong Kong yang menyambut tahun baru 2020 dengan berjalan santai di Victoria Harbour meneriakkan seruan pro demokrasi tepat ketika tanggal berganti menjadi 1 Januari 2020. Pihak berwenang Hong Kong membatalkan pertunjukan kembang api karena alasan keamanan.

Ini pertama kalinya Hong Kong tidak merayakan tahun baru dengan kembang api. Namun mereka tetap memeriahkan tahun baru dengan 'Symphony of Lights' yang melibatkan pencakar langit tertinggi di kota itu sementara kembang api-kembang api kecil diluncurkan di atas rumah-rumah.

Sydney memutuskan untuk menggelar acara kembang api pada Rabu (1/1). Walaupun sebagian masyarakat meminta agar pertunjukan itu dibatalkan. Tuntutan pembatalan diserukan untuk menunjukkan solidaritas kepada masyarakat New South Wales yang terkena musibah kebakaran hutan.

Walikota Sydney Clover Moore mengatakan acara kembang api itu sudah direncanakan 15 bulan yang lalu. Ia juga yakin acara tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Beberapa kota di timur Australia membatalkan perayaan tahun baru. Pembatalan dilakukan saat kapal angkatan laut dan helikopter militer membantu pemadam kebakaran menyelamatkan warga untuk lari dari kebakaran.

Kebakaran hutan di Australia yang terjadi sejak Oktober telah menewaskan 11 orang. Dua orang di antaranya tewas pada Selasa (31/12). Kebakaran ini menghancurkan lebih empat juta hektar wilayah dan memadamkan listrik kota-kota dan desa-desa. 

Beberapa wisatawan yang terperangkap di kota-kota pantai Australia mengunggah api yang merah menyala dan asap yang menghitamkan langit di media sosial mereka. Salah satu foto menunjukkan orang berbaring di atas pasir mengenakan masker oksigen. 

Tahun baru di Auckland, Selandia baru sampai Pyongyang, Korea Utara dimeriahkan oleh kembang api. Sesuai tradisi, banyak warga Jepang yang mendatangi kuil Buddha pada tahun baru.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA