Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Nasib Arsenal, Chelsea, dan Liverpool di Penutup Tahun

Rabu 01 Jan 2020 00:09 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Logo Liga Primer Inggris

Logo Liga Primer Inggris

Foto: premierleague.com
Liverpool telah melakoni 50 laga tak terkalahkan di kandang dalam ajang Liga Primer.

REPUBLIKA.CO.ID, Chelsea mampu menjungkalkan Arsenal di hadapan pendukung lawan. Bermain di Emirates Stadium, the Blues menang 2-1 atas the Gunners. Padahal, tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat Pierre-Emerick Aubameyang. Namun, hanya sekali menang dalam 14 pertandingan tampaknya belum memperbaiki mental pemain Arsenal.

Akibatnya, Chelsea mampu membalikkan keadaan sepuluh menit jelang laga usai. Jorginho menyamakan kedudukan setelah kiper Bern Leno melakukan blunder. Empat menit kemudian Tammy Abraham mencetak gol kemenangan untuk Chelsea setelah aksi meliuk-liuknya di depan gawang Arsenal. Sehingga Chelsea membawa pulang tiga poin dari Emirates Stadium. Hasil ini paling tidak membuat Chelsea mempelebar jarak dari kejaran Manchester United dan Tottenham Hotspur di peringkat lima dan enam.

Sementara Arsenal, kian terlempar dari perebutan tiket Liga Champions, setelah berada di peringkat 12 klasemen. Hadirnya Mikel Arteta menggantikan Unai Emery juga belum mengubah keadaan Arsenal, setelah belum menang dalam dua tugas pertamanya sebagai pelatih.

''Saya sangat kecewa dengan hasil ini. Saya senang dengan banyak hal yang saya lihat dan bagaimana mereka (pemain) menerapkan apa yang saya inginkan. Secara fisik sulit menyamai Chelsea yang punya pemain muda,'' ujar Arteta, dikutip dari Mirror, Senin (30/12).

Pada pertandingan lain, Liverpool kian kokoh di puncak klasemen usai menang 1-0 atas Wolverhampton. Padahal, Wolves sebelumnya menumbangkan Manchester City di Etihad Stadium.

Gol semata wayang Sadio Mane menjadi penentu kemenangan di Anfield dan membuat the Reds memimpin 13 poin dari runner-up di Liga Primer Inggris. Kemenangan ke-18 dari 19 pertandingan musim ini membuat juara Eropa dan Dunia itu mengakhiri tahun 2019 dengan koleksi 98 poin dari kemungkinan 111 poin. Liverpool juga telah melakoni 50 laga tak terkalahkan di kandang dalam ajang Liga Primer Inggris.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp pun mengaku bangga menyaksikan perjuangan Mohamed Salah dkk. Sebab Wolves, meskipun berstatus sebagai tim tamu, bisa tampil lebh baik. Wolves, kata dia, tampil dengan kekuatan penuh. ''Tapi di babak pertama kami mengontrol pertandingan seperti yang kami ingin, seperti yang seharusnya kami lakukan,'' kata Klopp, dikutip dari laman resmi klub.

Klopp bangga karena pemainnya mampu mencetak gol saat punya kesempatan, dan bisa bertahan saat Wolves melakukan serangan balik dengan cepat. Apalagi, Wolves diakuinya tampil sangat agresif dan membuat pemain Liverpool tak bisa berbuat banyak, khususnya di babak kedua. ''Saya bisa membayangkan apa yang Nuno (Espirito Santo) katakan pada (jeda) babak pertama, 'semua orang melawan kami, jadi ayo kita lawan', motivasi yang mudah. Mereka (lalu) keluar dan menekan kami lebih ke tinggi,'' jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA