Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Sekjen PP Muhammadiyah: 2019 Beri Banyak Pelajaran Politik

Selasa 31 Dec 2019 23:45 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

Sekjen PP Muhammadiyah: 2019 Beri Banyak Pelajaran Politik. Foto: (Ilustrasi) Sejumlah penari membawa lambang partai politik saat pentas kesenian dalam rangka sosialisasi Pemilu 2019 di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (21/4). Kegiatan yang digelar KPUD Indramayu dengan tema

Sekjen PP Muhammadiyah: 2019 Beri Banyak Pelajaran Politik. Foto: (Ilustrasi) Sejumlah penari membawa lambang partai politik saat pentas kesenian dalam rangka sosialisasi Pemilu 2019 di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (21/4). Kegiatan yang digelar KPUD Indramayu dengan tema

Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Tahun 2020 akan memberikan tantangan yang tak lebih sederhana dari 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengatakan, hendaknya setiap elemen bangsa mempelajari apa yang telah terjadi pada 2019. Menurutnya, 2019 memberikan banyak pelajaran terkait pengalaman politik yang terjadi.

"Pengalaman-pengalaman politik selama 2109 memberikan kita banyak sekali pelajaran, baik yang positif maupun yang negatif. Tentu yang negatif itu kita tinggalkan dan yang positif itu kita tingkatkan," ujar Mu'ti pada kegiatan Dzikir Nasional 2019 di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Selasa (31/12).

Ia melihat, tahun 2020 akan meberikan tantangan yang tak lebih sederhana dari 2019. Pada 2019, kata dia, Indonesia mengalami proses politik yang cukup keras dan terjadi polarisasi politik di antara seluruh elemen masyarakat, bahkan polarisasi juga terjadi di antara umat Islam.

"Maka mari semua itu kita akhiri, kita anggap sebagai bagian dari masa lalu kita dan kita lihat masa depan karena tantangan 2020 tidak sederhana," tuturnya.

Tahun 2020, jelas dia, juga akan dihiasi kegiatan politik, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di berabgai provinsi, kabupaten, dan kota. Menurutnya, Pilkada berpotensi menimbulkan friksi-friksi di dalam masyarakat. Ia melihat, level friksi itu ada di akar rumput, tapi eskalasinya bisa sampai ke tingkat nasional.

"Karena itu, maka pengalaman kita pada 2019 dan komitmen kita untuk menjadikan Indonesia ini sebagai rumah kita bersama dan kita bisa maju dengan bersatu, itulah saya kira yang harus kita jadikan resousi 2020," jelas dia.

Dalam Dzikir Nasional terdapat bazar buku, kuliner halal, cek kesehatan gratis, donor darah, dan hiburan islami. Dzikir nasional dihadiri ulama dan tokoh nasional yang akan mengisi ceramah keagamaan dan kebangsaan. Mamah Dedeh menyampaikan inspirasi keislaman mulai bakda Ashar.

Puncak acara dimulai bakda shalat Isya berjamaah. Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan sambutan. Kemudian disambung ceramah keagamaan dari Habib Jindan, Ustaz Khalidi Asadil Alam, Ustaz Jazir, KH Cholil Nafis, dan Ustaz Abdul Mu’ti.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA