Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

BPOM Ungkap Kasus Obat dan Kosmetik Ilegal Rp 4 M di Serang

Selasa 31 Dec 2019 09:20 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Kasus Obat dan Kosmetik Ilegal Rp 4 M Terungkap di Serang. Kosmetik ilegal (ilustrasi).

Kasus Obat dan Kosmetik Ilegal Rp 4 M Terungkap di Serang. Kosmetik ilegal (ilustrasi).

Foto: Antara/Budi Candra Setya
BBPOM Serang selama setahun mengamankan 306 item produk obat dan makanan ilegal.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Serang, Banten mengungkap 12 kasus obat dan kosmetik ilegal senilai Rp 4 miliar sepanjang 2019.

Kepala BBPOM Serang Sukriadi Darma menuturkan, selama setahun mengamankan 306 item produk obat dan makanan ilegal. Sukriadi juga menyebut telah menetapkan 12 orang tersangka dengan inisial ARS alias jangkung, SFR alias FIR, JSC alias JEK, HDR, SLM, PJI, YTT alias TAO, HDR, ARS , ARB dan SYM.

"Dari 12 tersangka, ada satu tersangka warga negara asing dari China inisialnya YTT. Yang bersangkutan menjual dan mendistribusikan kosmetik ilegal secara online," ujar Sukriadi dalam jumpa pers di kantor BPOM Serang, Senin (30/12).

Dari seluruh penindakan selama 2019, modus yang dilakukan lebih didominasi dengan cara menawarkan obat dan makanan ilegal melalui platform media sosial atau situs internet. Selain penindakan tersebut, BPOM juga mengamankan produk obat dan makanan tanpa izin edar sebanyak 18.638 item dengan nilai ekonomi mencapai Rp 2 miliar lebih.

Baca Juga

Hal ini adalah hasil dari pengawasan terhadap 226 sarana produksi dan 820 sarana distribusi obat dan makanan di Wilayah administrasi Provinsi Banten. Atas pengungkapan ini, para tersangka dikenakan pasal 136, pasal 140 dan pasal 142 UU RI No. 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman maksimal adalah 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA