Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Tabligh Akbar Republika Yogyakarta Targetkan 1.500 Jamaah

Senin 30 Dec 2019 02:00 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Friska Yolanda

Sesi dakwah paralel oleh empat pembicara pada gelaran Tabligh Akbar Republika.

Sesi dakwah paralel oleh empat pembicara pada gelaran Tabligh Akbar Republika.

Foto: Susilawati.
Tabligh Akbar Republika menggelar acara donor darah, pemeriksaan mata dan bekam.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Panitia Tabligh Akbar Republika Biro Yogyakarta menargetkan jamaah yang hadir lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Ketua Panitia, Agus Purnomo menargetkan setidaknya lebih dari 1.500 jamaah yang menghadiri kegiatan yang digelar pada 31 Desember 2019 di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. 

Baca Juga

Ia pun berharap acara ini dapat terselengara dengan lancar. Kegiatan rutin Tabligh Akbar ini merupakan yang kesepuluh kalinya digelar.

"Insya Allah tahun ini (jamaah) bisa lebih meningkat dari tahun sebelumnya," kata Agus di Yogyakarta,

Selain itu, ia juga berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik. Sehingga, dapat menjadi inspirasi untuk menghadapi 2020.

 "Harapan kita juga, dari apa yang disampaikan pembicara nanti bisa jadi acuan tahun ke depan," tambahnya.

Kegiatan yang akan dilaksanakan saat tabligh akbar pada 31 Desember nanti dimulai setelah Shalat Zuhur hingga malam pergantian tahun. Kegiatan tersebut di antaranya donor darah, pemeriksaan mata gratis, bekam gratis, pangkas rambut gratis, talk show penyuluhan kesehatan lansia bersama Dr Probosuseno.

Untuk kegiatan bekam, donor darah dan periksa mata gratis sendiri, sudah banyak peserta yang mendaftarkan diri kepada panitia. Peserta pun ditargetkan sebanyak 100 orang. Namun, jika banyak yang mendaftar, juga tidak menutup kemungkinan akan ditambahnya kuota.

Acara ini pun akan diisi oleh sejumlah ulama dan tokoh yang memberikan tausiyah di puncak acara Tabligh Akbar. Mulai dari Ustaz Awan Abdullah, Ustaz Agus Taufikurahman sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah hingga Presiden BEM UGM, Muhammad Atiatul Muqtadir. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA