Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Akan Ada 2 Gerhana Matahari pada 2020

Jumat 27 Dec 2019 11:16 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Dwi Murdaningsih

Fenomena Gerhana Matahari Parsial terlihat di Kawasan Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (26/12).

Fenomena Gerhana Matahari Parsial terlihat di Kawasan Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (26/12).

Foto: Thoudy Badai
Gerhana matahari akan kembali terjadi pada Juni 2020 dan Desember 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah masyarakat di Indonesia baru saja menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin (GMC), Kamis (26/12) kemarin. Sayangnya, momen itu adalah kesempatan terakhir melihat GMC dari Indonesia, setidaknya dalam empat tahun kedepan.

Dilansir dari Forbes, Jumat (27/12), gerhana matahari akan kembali terjadi pada Juni 2020 dan Desember 2020. Selanjutnya, pada Desember 2021 dan 2023.

GMC yang akan muncul kembali pada Ahad, 21 Juni 2020, berbeda dengan yang terjadi kemarin. Sebab, gerhana matahari di pertengahan 2020 ini hanya akan terlihat di wilayah Asia bagian utara. Mulai ketika matahari terbit di Kongo, lanjut ke Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, Tibet, China dan Taiwan. Lalu akan berakhir di Samudera Pasifik atau di selatan Guam.

"GMC pada Juni 2020 akan menampakkan cincin yang lebih tipis, lebih besar dan lebih jelas," kata Xavier Jubier, anggota Serikat Astronomi Internasional (IAU).

GMC Juni 2020 menghasilkan cincin yang lebih tipis lantaran hampir 99 persen area matahari tertutup bulan. Konidisi yang hampir mendekati gerhana total. Namun, rentang waktu untuk melihatnya juga sangat terbatas, yakni hanya sekitar satu menit saja.

Gerhana matahari selanjutnya akan terjadi pada 14 Desember 2020. Fenomena yang akan tampak di Chile dan Argentina ini adalah gerhana matahari total. Meski hanya berlangsung selama 2 menit 9 detik, tapi para pemburu gerhana bisa melihat korona matahari dengan mata telanjang.

Gerhana ini terjadi selama puncak musim panas di belahan bumi selatan, yakni tepat ketika posisi matahari sangat tinggi di langit. Dalam pengertian itu dan juga dalam hal durasi totalitas, gerhana Desember 2020 akan mirip dengan “Great American Eclipse” pada 21 Agustus 2017 lalu.

Dua gerhana matahari pada 2020 itu adalah gerhana yang terbilang mudah untuk disaksikan. Sebab, gerhana selanjutnya pada Desember 2021 hanya akan terlihat di wilayah Antartika. Sedangkan gerhana pada 2023 hanya bisa disaksikan di sebuah wilayah terpencil di Barat Australia dan juga hanya berlangsung sekitar satu menit.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA