Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Ibu di Pasaman Barat Melahirkan di Jalan Menuju Puskesmas

Jumat 27 Dec 2019 10:08 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ibu di Pasaman Barat Melahirkan di Jalan Menuju Puskesmas. Ilustrasi bayi baru lahir.

Ibu di Pasaman Barat Melahirkan di Jalan Menuju Puskesmas. Ilustrasi bayi baru lahir.

Foto: Pixabay
Puskesmas terdekat berjarak 7 kilometer dengan jalan yang hanya bisa dilalui motor.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG EMPAT -- Seorang ibu dari Nagari Persiapan Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, melahirkan dalam perjalanan menuju ke puskesmas, Kamis (26/12). Rani (26 tahun) melahirkan di jalanan berpasir di Bancah Galinggang pukul 10.15 WIB.

Baca Juga

Pejabat Wali Nagari Maligi, Dendi Hardimen, Kamis (26/12) malam, mengatakan Rani dalam perjalanan menuju Puskesmas Sasak Ranah Pasisia. Ia mengatakan hal itu terjadi karena Kampung Maligi tempat Rani tinggal jaraknya sekitar tujuh kilometer dari Puskesmas Sasak Ranah Pasisia.

Perjalanan dari Kampung Maligi menuju puskesmas membutuhkan waktu sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda dua. Namun, karena jalan kampung jauh dari kata layak, warga menggunakan perahu.

"Tadi sempat saya berselisih di jalan sewaktu hendak menuju Maligi sekitar pukul 09.00 WIB dengan ibu hamil yang dibonceng oleh seorang ibu paruh baya. Saya kaget, ketika dihubungi oleh Sekretaris Nagari saya, ada warga kami yang melahirkan di jalan," kata Dendi.

Ia menjelaskan ibu dan bayi laki-laki yang dilahirkan dalam keadaan baik. Petugas puskesmas datang sekitar setengah jam setelah bayi lahir. Ibu dan bayi itu kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

"Peristiwa yang sama bukan sekali itu saja terjadi, bahkan sudah berkali-kali dari dahulu. Bahkan ada bayi yang meninggal dunia karena terlambat mendapatkan pertolongan medis karena terlahir di perjalanan," katanya.

Dendi menyebut minimnya akses transportasi dan fasilitas kesehatan sebagai penyebabnya. "Karena memang kondisinya hanya layak dilewati kendaraan roda dua. Ini sudah lama terjadi meski era kepemimpinan bupati silih berganti," katanya.

Ia berharap pemerintah memperbaiki akses jalan kampung dan meningkatkan akses warga ke fasilitas kesehatan supaya kejadian semacam itu tidak berulang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA