Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Shalat Gerhana Matahari, Tata Cara dan Niatnya

Kamis 26 Dec 2019 06:30 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Nashih Nashrullah

Gerhana matahari akan melintasi Indonesia pada 26 Desember.

Gerhana matahari akan melintasi Indonesia pada 26 Desember.

Foto: republika
Shalat gerhana matahari sangat dianjurkan secara berjamaah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —Gerhana matahari cincin (GMC) akan terjadi har ini, Kamis (26/12), dengan puncaknya pukul 12.15 - 12.19 WIB. Pada saat fenomena ini berlangsung, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana atau disebut shalat sunat kusuf. Hukum shalat gerhana matahari adalah sunat muakkadah, atau sangat dianjurkan.  

Sejumlah hadis telah menunjukkan keutamaan shalat kusuf. Salah satunya hadis dari al-Muhirah dalam kitab Bulugh al-Maram nomor 526 yang berbunyi: “Pada zaman Rasulullah SAW pernah terjadi gerhana matahari yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru: Terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya, (maka) berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai kembali seperti semula."

Shalat kusuf dilakukan dengan dua rakaat dan empat rukuk. Adapun tata cara melaksanakannya, sebagaima dikutip dari situs web Kementerian Agama, Rabu (25/12), adalah sebagai berikut: 

Baca Juga

  1. Berniat di dalam hati 
  2. Takbiratul ihram seperti shalat biasa 
  3. Membaca doa iftitah dan bertaawudz, kemudian membaca surah al-Fatihah dan membaca surah yang panjang dengan dikeraskan suaranya. 
  4. Rukuk dalam waktu yang lama 
  5. Bangkit dari rukuk (i’tidal) 
  6. Setelah i’tidal tidak langsung sujud, tapi membaca surah Al-Fatihah dan surah yang panjang.
  7. Rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya 
  8. Bangkit dari rukuk (i’tidal). Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari pertama.
  9. Sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali 
  10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama. Namun bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
  11. Tasyahud 
  12.  Salam 
  13. Setelah shalat, Imam lalu menyampaikan khutbah kepada para jam’ah. Isinya anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya.  
Adapun niat shalat khusuf, sebagaima dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat (Rifa'i, 1976:121), adalah sebagai berikut:  

أُصَلِّيْ سُنَّةًَ لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatal likusuufissyamsi rak'ataini lillahi taa'ala. Artinya : "Aku niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta'ala."  

Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dijuluki Ring of Fire adalah fenomena ketika bulan menutupi matahari. Namun, lantaran ukuran bulan yang lebih kecil, sehingga bagian tepian luar matahari tak ikut tertutup. Bagian tepi luar matahari itu terkesan membentuk lingkaran api atau anulus ketika dilihat dari permukaan bumi.  

GMC dimulai saat matahari terbit di semenanjung Arab, dengan jalur annularitas menyentuh negara-negara Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman. Lalu menyeberangi Laut Arab ke India dan Sri Lanka. 

Dari sana, jalur tersebut melintasi Teluk Benggala ke Asia Tenggara, melintasi Indonesia, Malaysia, dan Singapura, sebelum berakhir saat matahari terbenam di atas wilayah Amerika Serikat.

GMC akan mulai tampak di Indonesia sekitar pukul 12.15 WIB, memasuki fase puncak pada pukul 12.17 WIB, dan berakhir pada pukul 12.19 WIB. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA