Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Kembalinya Pogba, Blunder De Gea, dan Tagar #OleOut

Senin 23 Dec 2019 10:14 WIB

Red: Andri Saubani

Reaksi pemain Watford usai mengalahkan Manchester United 2-0 di Vicarage Road, Ahad (22/12).

Reaksi pemain Watford usai mengalahkan Manchester United 2-0 di Vicarage Road, Ahad (22/12).

Foto: EPA
Kembalinya Paul Pogba ke lapangan hijau ditandai kekalahan Manchester United.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Eko Supriyadi, Zainur Mahsir Ramadhan, Antara

Kembalinya Paul Pogba ke lapangan hijau setelah absen sejak akhir September lalu dinodai oleh kekalahan Manchester United (MU) oleh tim juru kunci, Watford. Iblis Merahmenelan kekalahan memalukan 2-0 di mana salah satunya disebabkan oleh blunder kiper, David de Gea.

Pada laga Ahad (21/12) malam WIB, MU seolah memberi kado Natal lebih awal kepada Watford di Stadion Vicarage Road. Dua gol dalam kurun waktu lima menit yang dicetak Ismaila Sarr dan Troy Deeney tak mampu dibalas oleh MU.

Bahkan, ketika bintang masa depan mereka Mason Greenwood masuk, hal itu tak mampu mengubah keadaan. Tidak juga ketika Paul Pogba akhirnya melakoni penampilan ketujuh untuk MU sepanjang musim ini setelah menepi sejak akhir September.

Babak pertama berjalan cukup sunyi dan dikuasai MU, tapi satu-satunya peluang berarti hanya terjadi pada menit ke-34 saat Jesse Lingard menerima umpan kiriman Anthony Martial berakhir dengan tembakan yang mendarat di atas jala gawang. Lima menit memasuki babak kedua, kiper MU David de Gea yang kerap dielu-elukan oleh pendukung Iblis Merah sebagai penjaga gawang terbaik di dunia melakukan blunder.

Tendangan voli Sarr menyambut umpan sundulan Christian Kabasele mengarah tepat ke arah tangkapan De Gea, tetapi kiper asal Spanyol itu membiarkan bola melewati sarung tangannya dan bersarang ke dalam gawang. Watford unggul 1-0 atas tamunya.

Tiga menit berselang, Sarr dijatuhkan Aaron Wan-Bissaka di dalam area terlarang dan wasit Lee Mason segera menunjuk titik putih. Kesempatan itu dimanfaatkan baik oleh Deeney yang dengan tenang melepaskan tembakan ke tengah gawang ketika De Gea melompat ke sisi kanannya.

Tertinggal dua gol membuat Ole Gunnar Solskjaer mengirimkan Greenwood masuk menggantikan Daniel James, lantas Pogba untuk Lingard. MU memang menciptakan lebih banyak peluang tetapi tetap gagal mencetak satu gol pun hingga laga usai.

Baca Juga



Watford yang berada di dasar klasemen Liga Primer kini memiliki 12 poin sekaligus kemenangan pertama di bawah asuhan Nigel Pearson. Sedangkan MU (25) sejak sehari lalu sudah melorot ke peringkat kedelapan akibat hasil laga-laga lain dan sejauh ini tertahan di posisi tersebut.

Pada musim ini, MU telah kehilangan poin dari lima pertandingannya. Selain Watford, tim lainnya yang berhasil menjinakkan Iblis Merah adalah Bournemouth, Newcastle, Crystal Palace dan West Ham.

Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer mengakui gol pembuka keunggulan Watford yang terjadi karena blunder kiper David de Gea melukai mental timnya yang sejak itu sulit bangkit. Tiga menit setelah blunder De Gea yang berujung gol Ismaila Sarr, tendangan penalti Troy Deeney membawa Watford unggul 2-0.

"Sungguh mengecewakan. Babak pertama lebih mengecewakan ketimbang babak kedua," kata Solskjaer kepada MUTV selepas pertandingan.

Yang kecewa tentunya bukan hanya Solskjaer. Kekalahan dua gol tanpa balas dari Watford langsung melambungkan tagar #OleOut di Twitter pada Ahad malam. Tagar itu sempat beberapa jam bertahan sebagai trending topic teratas.

Menurut Solskjaer, timnya baru bisa menemukan ritme permainan terbaik setelah kebobolan dua gol. Hanya saja, ketika menciptakan peluang para pemain MU gagal mengkonversinya menjadi gol.

"Kami tidak bisa menemukan ritme permainan, intensitas ataupun kualitas," kata pelatih asal Norwegia itu.

"Kami tidak bisa melakukannya sampai akhirnya lawan mencetak dua gol, lantas kami menciptakan beberapa peluang tetapi gagal memanfaatkannya," ujar dia menambahkan.

Adapun bagi manajer baru Watford, Nigel Pearson, kemenangan ini membuanya yakin timnya bisa keluar dari kesulitan. Menurut Pearson, Watford masih memiliki sederet pemain yang peduli dengan keadaan yang mendera tim itu dan siap memperlihatkan karakternya untuk keluar dari kesulitan yang ada.

"Salah satu hal yang saya sadari hari ini adalah kami punya para pemain yang peduli," kata Pearson selepas pertandingan dilansir laman resmi Watford.

"Saya tahu betul kami punya karakter yang dibutuhkan untuk mengatasi keadaan ini," ujarnya menambahkan.

Kemenangan atas MU juga jadi tiga poin perdana yang diperoleh Watford di kandangnya sendiri sejak April lalu. Hal itu ingin dijadikan modal oleh Pearson untuk berjuang mempertahankan posisi Watford di kasta tertinggi Liga Inggris musim depan.

"Saya sungguh senang atas hasil ini, untuk para pemain dan suporter," katanya.

    How the #PL table looks at Christmas πŸŽ„ pic.twitter.com/x7nhd4sB3u
    — Premier League (@premierleague) December 22, 2019

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA