Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Wisata Memancing Jadi Alternatif Nikmati Liburan di Maros

Selasa 24 Dec 2019 19:21 WIB

Red: Nur Aini

Memancing (ilustrasi)

Memancing (ilustrasi)

Foto: SCENIC TRACE
Lokasi pemancingan dapat dinikmati bersama keluarga di Maros, Sulsel.

REPUBLIKA.CO.ID, MAROS -- Wisata memancing di Kampung Borong Kalukua, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulsel menjadi alternatif wisata keluarga. Hal itu karena selain bisa memancing juga dapat menikmati hasilnya di beberapa gazebo yang disiapkan.

Baca Juga

"Di sini ikan hasil pancingan ditimbang dan cukup membayar Rp30 ribu perkilogram, kalau dibakarkan Rp 35 ribu per kg," kata salah seorang pemancing Sukri yang membawa keluarga menikmati liburan di lokasi pemancingan Borong Kalukua, Maros, Selasa (24/12).

Ia mengatakan tempat pemancingan di sini sangat cocok untuk menikmati suasana pedesaan dan panorama mangrov (hutan bakau) di sekelilingnya. Karena itu, dia bersama keluarganya datang ramai-ramai memancing dan menikmati ikan bakar jenis ikan bandeng. Apabila tidak sempat membawa nasi dari rumah, cukup membayar Rp 50 ribu sudah dapat menimati nasi untuk jatah 12 orang yang disiapkan pihak pengelola.

"Jadi, dengan modal Rp 350 ribu sudah dapat menikmati ikan bakar, nasi dan aneka sambel di gazebo serta membawa ikan segar ke rumah," ujarnya.

Hal senada dikemukakan pengujung asal Kabupaten Sinjai, Satriani yang datang bersama keluarganya ke lokasi pemancingan itu. Menurut dia, lokasi tersebut sangat cocok untuk menikamti kuliner ikan bakar dengan panorama hutan bakau.

Tak heran jika musim libur seperti saat ini, lokasi pemancingan ini banyak dikunjungi baik warga Kabupaten Maros maupun dari daerah lain di Sulsel.

Sementara itu, pengelola lokasi pemancingan Dusun Borong Kalukua, Baharurddin mengatakan, beberapa petak tambak yang dikelolanya bukan milik sendiri, tetapi status sewa.

"Alhamdulillah dengan menjadikan tambak ini sebagai lokasi pemancingan, keuntungan yang diperoleh jauh lebih banyak ketimbang dikelola dengan sistem panen sekaligus lalu dijual ke pasar," katanya.

Alasannya, karena dengan penjualan hasil tambak dari hasil pancingan pengujung bisa mendapatkan sedikitnya Rp 1 juta per hari, dan pada masa padat pengujung (peak season) saat masa libur bisa memperoleh Rp 5 juta per hari.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA