Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Mentan Ingin Sumsel Kembangkan Pertanian dari Hulu ke Hilir

Selasa 24 Dec 2019 12:17 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolanda

Mentan Syahrul Yasin Limpo

Mentan Syahrul Yasin Limpo

Foto: Kementan
Mentan mendorong pemimpin daerah Sumsel jadikan pertanian sebagai gerakan bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi wilayah pengembangan pertanian terintegrasi dari hulu ke hilir. Menurut dia, Sumsel memiliki sumber daya alam pertanian yang besar baik dari tanaman pangan hingga hortikultura.

Baca Juga

"Saya mau di Sumsel ini berasnya bagus, hortikulturanya bagus dan ekspornya juga bisa bagus. Semua harus ada target dan tercapai. Ini akan membuat masyarakat mandiri," kata Syahrul dalam keterangannya, Selasa (24/12).

Syahrul menegaskan, para petani di Sumsel harus mampu mendorong pimpinan daerah seperti bupati hingga gubernur untuk menjadikan sektor pertanian menjadi gerakan bersama. Sumsel, kata dia harus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

"Minimal membawa orang tidak malu terhadap profesi ini, berikutnya mendorong bupati dan gubernur. Mengelola pertanian itu tidak boleh pura-pura, asal bapak senang saja," kata dia.

Ia pun menyebut, sektor pertanian adalah sektor yang paling besar dalam menyediakan lapangan pekerjaan di Indonesia. Jika pertanian bisa diatur dengan baik, maka akan berdampak signifikan pada peningkatan lapangan pekerjaan maupun dari segi pendapatan.

Petani, menurutnya, merupakan pekerjaan yang memiliki nilai luhur karena dapat menolong banyak orang untuk bisa memenuhi kebutuhan pangannya. "Karena itu pertanian sangat menyenangkan, sangat mulia. Makan itu kan ditunggu oleh orang banyak dan kadang-kadang banyak orang tidak menyadari itu," ujar dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA