Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Erick Tetapkan Pejabat 3 BUMN, Ahok Jadi Komisaris Pertamina

Senin 23 Dec 2019 22:55 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nur Aini

Menteri BUMN, Erick Thohir

Menteri BUMN, Erick Thohir

Foto: Republika/Intan Pertiwi
Tiga BUMN yang diubah jabatan kepengurusannya adalah Pertamina, PLN, dan Inalum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perubahan pejabat tiga BUMN yakni PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), pada Senin (23/12).

Baca Juga

Untuk Pertamina, Erick mengukuhkan posisi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai komisaris utama sekaligus komisaris independen. Di samping itu, Erick mengganti komisaris Suahasil Nazara dengan Isa Rachmatarwata. Untuk PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Erick mengangkat Agus Tjahajana Wirakusumah sebagai komisaris utama dan komisaris independen dengan meneruskan masa jabatannya.

Sementara di PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Erick mengangkat Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama, Darmawan Prasodjo sebagai Wakil Direktur Utama, dan Sinthya Roesly sebagai Direktur Keuangan PLN. Dalam keputusan tersebut, Erick juga memberhentikan Aloysius Kiik Ro dan Sumiyati dari jabatan komisaris, sekaligus mengangkat Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen serta Suahasil Nazara sebagai Wakil Komisaris Utama PLN.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Zulkifli Zaini merupakan figur yang dibutuhkan untuk PLN ke depan lantaran latar belakangnya yang kuat di sektor keuangan.

"Untuk menurunkan biaya listrik juga, jadi mau tidak mau, ahli keuangan yang ngaruh," ucap Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12).

Arya menyampaikan kebutuhan kelistrikan saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu. Kementerian BUMN berharap jajaran pengurus PLN yang baru mampu menurunkan tarif listrik. Arya menjelaskan, tugas PLN ke depan meliputi masalah diatribusi karena elektrifikasi harus seluruh Indonesia, kebutuhan menurunkan biaya listrik, memanfaatkan energi baru terbarukan, dan menurunkan impor saat berhubungan dengan migas. Oleh karena itu, kata Arya, penunjukan Zulkifli dianggap tepat karena merupakan orang perbankan yang dinilai menguasai persoalan keuangan perusahaan.

"Intinya bagaimana supaya distribusi listrik ini cepat. Malah makin fokus karena Pak Erick mau difungsikan ke core saja, jadi PLN fokus distribusi," kata Arya menambahkan.

Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Inalum Agus Tjahajana Wirakusumah mengaku mendapat tugas khusus dari wakil menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin agar industri pertambangan bisa segera berkembang.

"Kita diminta melanjutkan semua apa yang sudah direncanakan di industri pertambangan, baik hilir dan hulu. Jadi kita akan memperkuat sektor pertambangan sampai ke hilir," ujar Agus di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA