Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

11 Orang Tewas Setelah Konsumsi Minuman Tradisional Filipina

Senin 23 Dec 2019 20:06 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Ilustrasi Minuman

Ilustrasi Minuman

Foto: Pixabay
Minuman tradisional Filipina, lambanog sering ditambah metanol yang berbahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Minuman tradisional khas Filipina membunuh 11 orang dan lebih dari 300 dirawat di rumah sakit. Beberapa orang yang menjadi korban sedang merayakan pesta Natal pada Senin (23/12).

Baca Juga

Keracunan terjadi di Laguna dan Quezon, dua provinsi di selatan Manila. Semua korban yang keracunan telah mengkonsumsi lambanog, minuman yang populer di provinsi itu dan dikonsumsi secara luas selama liburan dan perayaan.

Banyak yang dirawat di rumah sakit atas desakan walikota Vener Munoz di Rizal, Laguna, tempat kematian terjadi antara Kamis dan Ahad. Dua orang yang berada dalam kondisi kritis telah membaik.

Munoz menyatakan, minuman yang terbuat dari kelapa telah dibuat di kotanya. Sedangkan, Departemen Kesehatan akan melakukan tes darah dan sampel lambanog yang tersisa akan dikumpulkan dan dianalisis pada Senin.

"Semua orang memiliki riwayat menelan lambanog yang menyedihkan," kata departemen kesehatan merujuk pada orang yang diracun.

Menurut Departemen Kesehatan, beberapa wine itu dibeli untuk acara minum-minum dan pesta ulang tahun. Sementara yang lain merupakan sumbangan oleh pejabat setempat selama pesta Natal.

Produksi dan penjualan lambanog yang tidak diatur adalah hal biasa di Filipina. Minuman khas itupun sering dibuat secara ilegal dengan zat tambahan berbahaya. Badan Pengawas Obat dan Makanan Filipina sebelumnya telah memperingatkan tentang penggunaan metanol yang berbahaya dan dilarang sebagai zat tambahan dalam minuman rumahan.

Setahun yang lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan serta polisi dikerahkan untuk mencari dan menyita lambanog yang tidak terdaftar yang secara terbuka dijual kepada publik. Mereka pun mengancam akan menuntut para penjual. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA