Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Modus Rekrutmen PT KAI

Senin 23 Dec 2019 18:42 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Bayu Hermawan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus

Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka penipuan modus rekrutmen pegawai PT KAI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka penipuan dengan modus rekrutmen pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dua tersangka, yakni Fajar Tri Santoso (FTS) dan Ikhwansyah Lufiara (IL) berhasil meraup uang hingga ratusan juta rupiah dari penipuan tersebut.

"Mereka meminta bayaran Rp 1,5 sampai Rp 4 juta per orang dengan janji bisa menjadi pegawai PT KAI tanpa tes dan seleksi. Kerugiannya mencapai Rp 140 juta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/12).

Yusri mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap di wilayah Jakarta Selatan pada 1 Desember 2019. Kedua tersangka memiliki peran yang berbeda.  Tersangka FTS berperan sebagai otak dari kasus penipuan tersebut. Sedangkan, tersangka IL bertugas untuk mencari para korban yang berminat menjadi pegawai di PT KAI.

Ia menjelaskan, untuk melancarkan aksi penipuannya itu, kedua tersangka membuat grup percakapan di aplikasi WhatsApp. Kepada para korban, dua tersangka itu mengaku sebagai jajaran direksi PT KAI.

Dalam grup WhatsApp itu para tersangka mencatut beberapa petinggi direksi PT KAI, yakni direksi, HRD, dan vice president train crew PT KAI. Kedua tersangka bahkan menggunakan tiga ponsel yang berbeda dan menggunakan foto profil WhatsApp dari masing-masing petinggi direksi PT KAI itu.

"Mereka mencatut tiga jabatan PT KAI. Kasus penipuan ini sudah berjalan sejak Agustus hingga Oktober 2019. Sebanyak 43 orang telah menjadi korban penipuan itu, namun baru 19 orang yang melapor ke polisi," ungkap Yusri.

Lebih lanjut Yusri menuturkan, untuk meyakinkan korbannya kedua tersangka menggunakan kartu identitas pegawai PT KAI palsu, meminta korban mengisi formulir rekruitmen palsu dan membayar sejumlah uang. Yusri menyebut, uang yang dibayarkan para korban digunakan kedua tersangka untuk berfoya-foya. Adapun lowongan jabatan yang dijanjikan para tersangka adalah sekretaris dan kepala stasiun.

Sementara itu, ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM dan Umum PT KAI Ruli Adi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan rekruitmen pegawai PT KAI yang meminta bayaran sejumlah uang. Ia menegaskan, proses rekruitmen pegawai PT KAI hanya dapat diakses secara online melalui website resmi PT KAI dan tidak dipungut biaya apapun.

"PT KAI dalam melakukan rekruitmen pegawai sangat profesional, transparan, objektif, dan enggak ada yang menggunakan uang sepeser pun. Saya ingin mengimbau jangan mudah tergoda, memang PT KAI menggiurkan," ungkap Ruli.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 372 dan atau 378 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA