Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Di Sumsel, Mentan Ajak Petani Tingkatkan Produksi dengan KUR

Senin 23 Dec 2019 17:10 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta para petani dan penyuluh di Desa Karang Baru, Banyuasin, Sumatera Selatan terus meningkatkan kualitas produksi beras

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta para petani dan penyuluh di Desa Karang Baru, Banyuasin, Sumatera Selatan terus meningkatkan kualitas produksi beras

Foto: Kementerian Pertanian
Kementa menggandeng Pemprov Sumsel untuk produksi yang berorientasi ekspor

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUASIN -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta para petani dan penyuluh di Desa Karang Baru, Banyuasin, Sumatera Selatan terus meningkatkan kualitas produksi beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor.

"Kalau mau ekspor harus ditingkatkan kualitas produksinya. Sebab kita akan bersaing dengan beras dari negara lain. Jadi saya mau kita kompak dan saling kerjasama," ujar Mentan Syahrul saat menghadiri Gerakan Tutup Tanam Padi di lahan pasang surut Sumatera Selatan, Senin (23/12).

Menurut Mentan Syahrul, baik petani maupun penyuluh sama-sama memiliki peranan penting sebagai ujung tombak pertanian Indonesia. Kata dia, mereka harus bisa menghitung berbagai kebutuhan pasar dan bisnis demi terwujudnya kedaulatan pangan.

"Oleh karena itu ongkos produksinya harus diturunkan. Kemudian tonasenya harus dinaikan. Makanya saya berharap kepada semua kelompok tani di Desa ini bisa manfaatkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) karena memiliki bunga yang sangat rendah," katanya.

Syahrul mengatakan, peningkatan produksi dengan menggunakan layanan program KUR adalah salah satu upaya negara untuk menghadirkan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia. Menurutnya, Kementerian Pertanian saat ini sudah menyiapkan anggaran KUR sebesar kurang lebih 50 triliun.

"Saya sangat mendorong penggunaan KUR ini. Karena itu petaninya juga harus berani mengambil KUR agar produksi meningkat dan lossesnya berkurang dengan penggunaan alsintan. Intinya kita tidak boleh pura pura atau bohong dalam mengurus pertanian ini. Sebab negara kita sudah banyak bantu," katanya.

Di Sumsel, Syahrul mengaku sudah menjalin kerjasama dengan Pemprov setempat untuk meningkatkan semua produksi yang berorientasi pada pencapaian ekspor. Kesepakatan itu melengkapi kesepakatan sebelumnya, yakni membangun Sumsel menjadi lebih modern dengan pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.

"Ada dua yang sekarang sedang bergerak maju bersama Pemprov Sumsel. Pertama kita sepakat untuk melakukan ekspor dan menjamin kebutuhan rakyatnya dengan baik. Kemudian yang kedua mendorong penggunaan alsintan supaya produksi di sana lebih hemat dan lebih cepat," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan terimaksih atas berbagai bantuan dan perhatian yang luar biasa dari Kementerian Pertanian. Menurut dia, bantuan dan perhatian Kementan sejauh ini berhasil merubah mindset petani Sumsel dari konvensional menjadi modern.

"Kementan sangat luar biasa memberi perhatian kepada Sumsel. Pak menteri berhasil merubah mindset mereka dari yang berpikir konvensional menjadi modern. Dari yang tadinya menjadi petani saja,  sekarang enterpreneur. Tapi kita berharap ke depan infrastrukturnya terus dibangun. Saya mohon pak menteri bisa mengkomunikasikan hal ini dengan kementerian terkait," tandasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA