Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Islam Memuliakan Kaum Hawa

Senin 23 Dec 2019 15:42 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Islam Memuliakan Kaum Hawa. Foto: Wanita berjilbab. Ilustrasi

Islam Memuliakan Kaum Hawa. Foto: Wanita berjilbab. Ilustrasi

Foto: Balkan Insight
Problematika seputar wanita adalah hal yang sangat menarik untuk dibicarakan.

REPUBLIKA.CO.ID, Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan. Agama ini memberikan tuntunan bagi Muslimah sesuai dengan fitrah kemanusiannya. Buku bertajuk Tafsir Wanita: Penjelasan Terlengkap tentang Wanita dalam Alquran ini berupaya menelaah tentang persoalan tersebut.

Karya ini merupakan terjemahan bahasa Indonesia atas kitab tafsir yang ditulis Syekh Imad Zaki al-Barudi. Dalam bahasa aslinya, buku ini berjudul Tafsir al-Qur'an al-'Azhim li an-Nisa'.

Buku ini dapat menjadi referensi yang cocok untuk dibaca kaum Muslimah. Meskipun membicarakan tema yang berat, penulisnya menggunakan gaya tutur yang komunikatif, sehingga pesan yang disampaikan mudah dicerna pembaca awam sekalipun.

Sang penulis memaksudkan karyanya ini sebagai sebuah ijtihad untuk merangkum dengan jeli berbagai pendapat para alim ulama, sejak masa klasik hingga era moden. Misalnya, Ath-Thabati, Al-Qurthubi, hingga Sayyid Quthub serta Maududi.

Melalui buku ini, Syekh Imad Zaki menerangkan bagaimana Islam mendudukkan persoalan perempuan secara moderat. Tidak mengekang, tetapi tidak pula membiarkan terlalu bebas. Dalam salah satu pembahasan, penulisnya mengemukakan beberapa perkara tentang kesamaan antara kaum perempuan dan pria. Di antaranya, asal muasal penciptaan.

Selain itu, antara perempuan dan lelaki juga menerima kewajiban dan ganjaran yang sama. Begitu pula dengan kemerdekaan dalam melakukan usaha. Apa yang dimaknai sebagai kesetaraan gender, menurut Islam, dapat dikaji melalui buku tersebut.

Pada bab pendahuluan, Syekh Imad Zaki mengutip suatu sabda yang sahih dari Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud. Artinya, Sesungguhnya, perempuan itu adalah saudara sekandung laki-laki. Menurut sang penulis, Nabi SAW menerangkan, antara kaum Adam dan Hawa diikat persaudaraan.

Oleh karena itu, pada dasarnya apa-apa yang ditetapkan sebagai hukum bagi kaum pria juga berlaku sepenuhnya bagi kaum perempuan. Hal itu dengan perkecualian, yakni bila ada keterangan dari nash-nash syariat yang menerangkan kekhususan. Maka dari itu, teks-teks nash itulah yang menjadi pengecualian dalam hadis tersebut.

Alquran telah memberikan por si yang tepat dan seimbang mengenai hak-hak kaum perempuan. Selain itu, pedoman umat Islam ini juga membicarakan kesamaan antara perempuan dan pria di hadapan Allah. Misalnya, terkait perolehan pahala dari amal-amal saleh selama hidup di dunia.

Allah SWT berfirman dalam surah an-Nahl ayat 97 yang artinya, Barangsiapa yang mengerja kan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Sebagai contoh, sang penulis menafsirkan ayat ke-195 dari surah Ali Imran. Ayat itu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut. Maka, Tuhan me reka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): Sesungguhnya, Aku tidak menyianyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik lakilaki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain.

Maka orangorang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.'

Menurut Syekh Imad Zaki, ayat di atas menjelaskan kepada kita persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam konsep tentang ganjaran dan siksa. Di dalam buku ini, masih banyak ayat-ayat lain yang menunjukkan hal serupa.

Penerjemah buku ini, Samson Rahman, menjelaskan, Alquran membawa sebuah revolusi paling besar dalam pemberian martabat paling terhormat kepada wanita. Menurut dia, perempuan dalam pan dangan agama Islam merupakan sosok terhormat dengan hak-hak istimewa.

Sebelum datangnya Islam, hadirnya anak-anak berjenis kelamin perempuan di tengah keluarga bangsa Arab sempat dianggap sebagai hadirnya bencana atau kesialan. Anak-anak tersebut bahkan dikubur hidup-hidup di tengah pasir sahara. Namun, setelah Alquran datang, semua kejahatan kemanusiaan itu mendapat perlawanan sengit dan mendapat kecam an keras.

Kehadiran Islam telah menjung kal kan berbagai stigma negatif yang dilekatkan kepada perempuan. Pandangan-pandangan yang melecehkan juga berubah men jadi terhormat. Islam mengang gap, pria dan perempuan dapat saling bekerja sama sebagai rekan yang setara dalam mengarungi hidup ini.

Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Demikian arti dari surah at- Taubah ayat 71.

Problematika seputar wanita adalah hal yang sangat menarik untuk dibicarakan. Pasalnya, di era modern seperti saat ini banyak sekali kita jumpai wanita yang ma sih belum bisa menempatkan dirinya sesuai dengan syari'at Islam.

Karena itu, kajian-kajian tentang wanita dalam Islam banyak menyedot perhatian kalangan intelektual. Kajian tentang posisi mereka dalam Islam menjadi semakin serius di kalangan para pemikir Islam.

Di satu sisi, ada pemikiran yang mengampanyekan wanita supaya dibebaskan secara total. Kalangan ini, menurut Syekh Imad Zaki, dalam uraiannya, seperti terhipnotis nilai-nilai sekuler Barat yang menjadikan perempuan bukan lagi partner laki-laki, tetapi telah diposisikan sebagai pesaing bagi laki-laki.

Sementara, di sisi lain ada kalangan yang menjadikan wanita sekadar 'penyedap' hidup. Bagi mereka, kaum wanita mesti dikekang untuk melakukan apa saja. Alhasil, kaum Hawa tidak bisa meng ekpresikan identitas dirinya sebagai manusia seutuhnya Dua pemikiran radikal ter sebut sama-sama tidak mendapat ruang dalam pandangan Islam.

Spirit ajaran Islam tidak merekomendasikan dua kutub ekstrem tersebut. Islam memberikan kebebasan, tapi tetap dalam batasan norma dan aturan yang dipandu oleh Alquran dan hadis, sehingga kaum wanita tetap berada di jalur yang benar.

 

DATA BUKU

Judul: Tafsir Wanita: Penjelasan Terlengkap tentang Wanita dalam Alquran (terjemahan atas Tafsir al-Qur'an al- 'Azhim li an-Nisa')
Penulis: Syekh Imad Zaki Al-Barudi
Penerbit: Pustaka al-Kautsar
Penerjemah: Samson Rahman
Tahun Terbit: 2008 (cetakan pertama)
Tebal : 755 halaman

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA