Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Taliban Klaim Bunuh Satu Anggota Pasukan AS di Afghanistan

Senin 23 Dec 2019 14:59 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Petempur Taliban berkumpul bersama warga di distrik Surkhroad, Provinsi Nangarhar, Kabul, Afghanistan, Sabtu (16/6). Taliban mengklaim membunuh seorang anggota pasukan militer AS di Afganistan. Ilustrasi.

Petempur Taliban berkumpul bersama warga di distrik Surkhroad, Provinsi Nangarhar, Kabul, Afghanistan, Sabtu (16/6). Taliban mengklaim membunuh seorang anggota pasukan militer AS di Afganistan. Ilustrasi.

Foto: AP Photo/Rahmat Gal
Taliban mengklaim membunuh seorang anggota pasukan militer AS di Afganistan

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Taliban mengklaim membunuh seorang anggota pasukan militer Amerika Serikat (AS) di Afghanistan, Senin (23/12). Taliban memposting foto-foto ransel berlumur darah dan kartu identitas seorang prajrit militer AS untuk membuktikannya.

Militer AS mengonfirmasi bahwa seorang anggota dinas Amerika terbunuh dalam aksi. Namun mereka tidak memberikan rincian dan identitas prajurit militer hingga keluarga terdekatnya mengetahuinya.

Baca Juga

Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan pihaknya membunuh anggota pasukan AS dalam ledakan di provinsi utara Kunduz. "Pejuang kami menewaskan seorang anggota pasukan AS dan meluka komando Afganistan," ujar Mujahid dalam sebuah pesan teks yang termasuk foto-foto.

Sekitar 20 ribu tentara asing yang sebagian besar adalah orang AS, telah berada di Afganistan sebagai bagian dari misi NATO yang dipimpin AS untuk melatih, membantu, dan memberi informasi kepada pasukan Afganistan. Beberapa pasukan AS melakukan operasi kontraterorisme terhadap kelompok-kelompok militan Islam.

Lebih dari belasan anggota pasukan asing tewas di Afgansitan pada 2019. AS telah bernegosiasi dengan gerilyawan Taliban selama setahun terakhir mengenai kesepakatan di mana AS dapat menarik pasukannya dari pernah terpanjang dengan imbalan jaminan keamanan Taliban.

Bulan ini, negosiator AS mengatakan pihaknya akan mengambil jeda dari pembicaraan setelah pemberontak melancarkan serangan bunuh diri di pangkalan besar AS. Pasukan pemerintah Afganistan, yang didukung oleh militer AS, baru-baru ini meningkatkan operasi melawan Taliban di Kunduz. Taliban mengendalikan lebih banyak wilayah daripada pada titik mana pun sejak mereka digulingkan dari kekuasaan pada 2001.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA