Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Istana Bantah Anggapan Jokowi Bentuk 'Geng Solo' di Polri

Senin 23 Dec 2019 13:18 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (kanan).

Presiden Joko Widodo (kanan).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
IPW menyoroti pilihan Jokowi atas penempatan jabatan jenderal polisi di Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko membantah adanya upaya politik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk 'geng Solo' di lingkaran elite Korps Bhayangkara. Menurutnya, penunjukan Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya murni karena prestasi dan keahlian yang dimiliki, bukan penunjukan politis.

Nana diketahui pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo saat Jokowi masih menjabat sebagai wali kota Solo.

Baca Juga

"Enggaklah. Kan begini, seperti saya jadi Panglima, saya mengenali orang-orang yang dulu bekerja untuk saya dan memiliki prestasi yang baik. Saat saya menjadi panglima, mereka-mereka ini bisa saya tunjuk sebagai asisten saya. Analoginya seperti itu kira-kira. Jadi semua itu dasarnya talent scouting, bukan karena political appointee," jelas Moeldoko di gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (23/12).

Ia menegaskan, pemerintah tak akan mempertaruhkan jabatan-jabatan strategis secara sembarangan dengan sosok yang tak terbukti memiliki kemampuan. Penunjukan Nana, kata Moeldoko, dilakukan dengan berbagai pertimbangan yang matang, termasuk kemampuan, loyalitas terhadap organisasi dan negara, serta integritas.

"Ada sebuah pertimbangan kalkulasi yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki kapasitas untuk bekerja, memiliki loyality untuk bekerja, baik kepada atasannya, maupun loyalitas kepada organisasi dan negara. Yang ketiga, memiliki integritas yang baik," ujarnya.

Selain Nana, ada juga Inspektur Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang baru saja menjabat sebagai Kabareskrim. Listyo pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo dan pernah menjadi ajudan Jokowi. Lalu, ada pula Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Lutfi yang juga mendapatkan promosi sebagai Wakapolda Jawa Tengah setelah menjabat sebagai Kapolresta Solo.

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) menilai penunjukan Nana Sudjana tersebut merupakan salah satu upaya untuk menonjolkan 'geng Solo' di pucuk pimpinan kepolisian.

"Tampil Nana sebagai Kapolda Metro menunjukan Jokowi semakin hendak menonjolkan 'geng Solo' di Polri," kata Ketua Presidium IPW Neta dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Neta, prestasi Nana biasa dan tak ada yang menonjol. Namun, Nana dianggap memiliki kedekatan tersendiri dengan Presiden Jokowi.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA