Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Kemacetan di Tol Layang Japek dan Bantahan Produk Gagal

Senin 23 Dec 2019 08:42 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas jasa marga memantau perbaikikan jalan tol layang Jakarta-Cikampek, Jakarta Rabu (18/12)

Petugas jasa marga memantau perbaikikan jalan tol layang Jakarta-Cikampek, Jakarta Rabu (18/12)

Foto: Republika/Athar
Kemacetan selama dua jam di Tol Layang Japek II terjadi pada Sabtu (21/12) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Deddy Darmawan Nasution, Retno Wulandhari

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II tidak efektif dalam mengurai kemacetan saat akhir pekan, terutama masa libur panjang. YLKI pun mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi manajemen lalu lintas demi mengantisipasi kemacetan yang lebih parah.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, mengatakan, kemacetan total selama dua jam di Tol Layang Japek II terjadi pada Sabtu (21/12) malam. Berdasarkan pengamatan langsung oleh YLKI, akibat kemacetan tersebut terpaksa arus lalu lintas menuju tol layang ditutup sementara.

"Prediksi saya terbukti. Ini artinya Tol Layang Jakarta-Cikampek dibangun tidak mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk jika ada kendaraan mogok," kata Tulus dalam keterangannya, Ahad (22/12).

Tulus mengatakan, akibat adanya kejadian tersebut, fungsi utama dibangunnya Tol Layang Japek II untuk mengurai kemacetan sia-sia. "Ini bisa jadi petugas tol yang tidak siap mengatasi masalah traffic yang sedang tinggi-tingginya atau ketika ada kendaraan yang mogok," katanya.

YLKI, kata Tulus, mendesak agar pemerintah terutama Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI mengevaluasi management lalu lintas saat masa libur panjang. Apalagi, dalam dua pekan ke depan akan memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru.

Di satu sisi, YLKI menyarankan agar adanya emergency exit seperti pada kilometer 25 sebagai alternatif demi memberikan rasa kenyamanan dan keamanan pengguna tol. "Ini supaya pengendara tidak tersandera berjam-jam di jalan tol. Ini membahayakan keselamatan, jangan sampai jalan tol layang ini menjadi produk gagal," kata dia.

Sejak beroperasi pada 15 Desember lalu, masyarakat antusias mencoba berkendara di jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II). Hingga pada, 21 Desember kemarin, Tol Layang Japek II mengalami kemacetan panjang lantaran tingginya kepadatan arus lalu lintas di tol baru tersebut.

Salah satu pengendara yang sempat terjebak macet di Tol Layang Japek II pada Sabtu pekan lalu yaitu Adi Ryanto. Adi mengatakan, dirinya bersama sang kakak memilih mudik menggunakan Tol Layang Japek II agar bisa tiba di Bandung dengan lebih cepat.

"Tadinya kita kira bakalan lancar perjalanannya lewat tol baru, ternyata masih macet juga," kata Adi saat dihubungi Republika, Ahad (22/12).

Di jalan tol, Adi mengungkapkan dirinya sempat terjebak macet selama lebih dari dua jam. Memasuki pintu tol, awalnya Adi mengaku jalanan masih cukup lancar. Dia pun memperkirakan akan tiba di Bandung sesuai waktu yang direncanakan.

Namun mulai dari KM 30, laju kendaraan mobil mulai melambat. Kemacetan pun Adi rasakan hingga menuju KM 48. Sepanjang perjalanan tersebut, menurut Adi, ada beberapa hal yang diduga menjadi pemicu kemacetan, salah satunya mobil mogok.

Selain itu, menurut Adi, kemacetan tersebut dampak dari ketidaksiapan petugas dalam mengantisipasi lonjakan kepadatan arus lalu lintas. "Tol Ini kan baru beroperasi pas musim liburan, pasti semuanya mau nyobain. Harusnya sudah diantisipasi," tutup Adi.

Baca Juga

[video] Mengapa Tol Layang Japek Bergelombang?

Respons Kemenhub

Ihwal terjadinya kemacetan yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menjelaskan, hal itu diakibatkan oleh adanya pertemuan antara tol layang dan tol bawah di pintu keluar. Tol layang terdiri dari dua lajur, sementara tol bawah memiliki empat lajur. Ketika di pintu keluar pada jalan menurun, otomatis terjadi bottleneck yang membuat arus sedikit tersendat.

Persoalan lainnya, kata Budi akibat banyak pengendara yang belum mempersiapkan bahan bakar atau kesiapan fisik saat memasuki tol layang. Seperti diketahui, tol layang sepanjang 36,4 kilometer tidak memiliki rest area. Pengendara dapat menemukan rest area pada KM 50 atau berjarak hanya dua kilometer dari turunan tol layang di KM 48.

Akibat jarak yang dekat itu, ditambah banyak pengendara yang belum menyiapkan matang perjalanan, alhasil banyak yang terpaksa harus masuk ke rest area. Akibatnya, penumpukan kendaraan terjadi hingga ke bahu jalan.

"Di situ terjadi lagi antrean dan bottelneck sehingga ada perlambatan," kata dia.

Untuk mengantisipasinya, Budi memaparkan, bahwa kepolisian bersama Jasa Marga telah menerapkan sistem arah berlawanan atau contraflow untuk mengurangi hambatan arus lalu lintas dari KM 47 ke KM 61. Budi memastikan, pemerintah bersama Badan Pengelola Jalan Tol dan pihak kepolisian akan terus memantau arus lalu lintas di tol tersebut.

Pihaknya juga tengah menyiapkan langkah pembenahan berkaitan dengan area turunan tol layang agar tak terjadi penumpukan kendaraan seperti sekarang.

"Tapi nanti akan dikerjakan setelah Natal dan Tahun Baru. Saya mohon maaf kalau memang ada hambatan," ujar dia.

Di sisi lain, Budi meminta para pihak untuk tidak berlebihan dalam memberikan pendapat terkait Tol Layang Japek II tanpa melihat situasi riil di lapangan. Ia menegaskan, semua pihak terkait terus melakukan upaya untuk kepentingan masyarakat.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, bahwa Tol Layang Japek bukan produk gagal. “Itu euforia masyarakat saja, contohnya saya jual martabak, martabaknya enak orang pada datang, banyak orang yang beli dalam satu jam sudah habis, masak saya dibilang gagal,” kata Budi kepada pers usai pameran foto di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Ahad (22/12).

Menhub menilai baik apabila Tol Layang Japek menjadi pilihan masyarakat yang akhirnya beramai-ramai untuk mencoba jalur baru tersebut. “Japek saya pikir sejauh ini baik. Kalaupun kemarin terjadi suatu lonjakan karena memang euforia atau ekspektasi orang untuk menggunakan itu tinggi sekali,” katanya.

[video] Sambungan Jalan Layang Tol Japek dalam Proses Perbaikan

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA