Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Sedikitnya 25 Ribu Orang Tinggalkan Idlib di Suriah ke Turki

Senin 23 Dec 2019 00:46 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Idlib, Suriah. Lebih dari 25 ribu orang meninggalkan Idlib menuju Turki dalam dua hari terakhir.

Idlib, Suriah. Lebih dari 25 ribu orang meninggalkan Idlib menuju Turki dalam dua hari terakhir.

Dua hari belakangan, 25 ribu orang lebih tinggalkan Idlib, Suriah menuju Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Sedikitnya 25 ribu warga sipil telah meninggalkan kawasan Idlib, di bagian barat laut Suriah, menuju Turki selama dua hari belakangan ini, media negara Turki melaporkan pada Ahad. Sementara itu, pasukan Suriah dan Rusia meningkatkan serangan terhadap kawasan tersebut.

Turki saat ini menampung sebanyak 3,7 juta pengungsi Suriah, populasi pengungsi terbesar di dunia. Turki mengkhawatirkan gelombang baru dari kawasan Idlib, tempat lebih tiga juta warga Suriah tinggal di wilayah terakhir dan penting yang dikuasai pemberontak.

Baca Juga

Ankara sudah berulang-ulang meminta para sekutunya untuk mendukungnya dalam menampung para pengungsi. Ratusan orang tewas tahun ini dalam serangan-serangan atas kawasan-kawasan permukiman di Idlib, kata lembaga-lembaga PBB.

Sementara operasi militer Suriah dan Rusia yang dilancarkan akhir April telah mereda pada Agustus di bawah gencatan senjata yang rapuh. Tim-tim pertolongan mengatakan, serangan-serangan udara menewaskan enam orang di Maarat al Numan dan 11 lagi di desa-desa di kawasan itu pada Jumat.

Presiden Suriah Bashar al-Assad telah bertekad merebut kembali Idlib, mendesak orang-orang lagi ke Turki. Pada Kamis, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, 50 ribu orang melarikan diri dari Idlib ke perbatasan Suriah dengan Turki.

Kantor berita Anadolu mengatakan pada Ahad bahwa sejak Erdogan menyebutkan angkanya, 25 ribu orang lagi meninggalkan Idlib dan tiba di kawasan-kawasan dekat perbatasan Turki. Anadolu melaporkan sekitar 205 ribu orang pergi meninggalkan rumah-rumah mereka di kawasan Idlib sejak awal November akibat serangan-serangan Rusia dan Suriah.

Dikatakan, para warga sipil yang melarikan diri itu pergi ke kawasan-kawasan di Suriah yang dikuasai Turki dalam operasi-operasi militer sebelumnya atau ke bagian-bagian lain di Idlib. Turki telah melancarkan tiga serangan lintas-batas ke bagian utara Suriah terhadap milisi YPG Kurdi, yang dianggapnya sebagai organisasi teroris. Ankara menguasai kawasan-kawasan tanah di sepanjang perbatasannya lewat operasi-operasi dan bertujuan memukimkan kembali para pengungsi yang berada di wilayahnya ke kawasan-kawasan itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA