Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Baznas Laksanakan Pelatihan Guru SIAGA di Lombok

Ahad 22 Dec 2019 17:03 WIB

Red: Irwan Kelana

Lembaga Beasiswa Baznas (LBB) menggelar pelatihan game based learning SIAGA untuk para guru sekolah dampingan Baznas di Lombok Utara dan Lombok Barat.

Lembaga Beasiswa Baznas (LBB) menggelar pelatihan game based learning SIAGA untuk para guru sekolah dampingan Baznas di Lombok Utara dan Lombok Barat.

Foto: Dok Baznas
Teknik evakuasi penting, namun kesiapan terhadap bencana lebih penting.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG --  Baznas  bersama Ludere Nusantara (Ludenara) melaksanakan pelatihan guru game based learning SIAGA : Siap Tanggap Bencana di dinas Pendidikan kebudayaan dan olahraga Kabupaten Lombok Utara (Dikpora KLU), provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan itu diadakan Rabu (18/12).

Acara tersebut  dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dikpora Kabupaten Lombok Utara, Hasto Wahjono SPd, Tim Lembaga Beasiswa Baznas (LBB), dan 22 Orang guru peserta pelatihan dari sembilan sekolah dampingan Baznas  di Lombok Utara dan Lombok Barat.

Game based Learning SIAGA : Siap Tanggap Bencana adalah media pembelajaran tentang mitigasi bencana. “Pasca program pendampingan sekolah darurat di Lombok,  board game SIAGA hadir sebagai media edukasi untuk pengurangan risiko bencana,” kata Faqih dari Tim Lembaga Beasiswa Baznas (LBB) dalam rilis yang diterima Republika.co.id. 

Ia menambahkan, Game based learning SIAGA menjadi alat edukasi kebencanaan untuk pendidikan dasar dan menengah. "Board game SIAGA ini adalah hasil good practice Baznas dari program pendampingan sekolah selama di Lombok. Ini (SIAGA) hikmah pelajaran yang kita ambil dari bencana yang terjadi untuk sama-sama kita ambil pelajaran, mudah-mudahan game ini dapat bermanfaat," ujarnya.

Faqih menegaskan, pelatihan tentang mitigasi bencana untuk  guru diperlukan di daerah becana. Sesi pertama dalam kegiatan pelatihan guru SIAGA ini adalah menggali pemahaman guru terkait hal positif dan tantangan yang dihadapi setahun terakhir pasca bencana gempa bumi Lombok yang terjadi pada 5 Agustus 2018.

"Indonesia tahun 2018 mengalami  lebih dari 2.000 bencana, namun sedikit sekolah yang aware untuk pembelajaran bencana,"  kata Eko Nugroho, founder Kumara World dan Ludenara. 

"Kami tidak membuat game tentang evakuasi bencana, karena evakuasi ini soal disiplin instingnya kita sebagai manusia sudah cukup. Kami membuat game untuk persiapan agar  anak dan keluarga tidak panic saat terjadi bencana. Teknik evakuasi penting,  namun kesiapan  terhadap bencana lebih penting," tambah Eko.

photo
Para guru dari sekolah dampingan Baznas di Lombok Utara dan Lombok Barat berlatih game based learning SIAGA sebagai antisipasi terhadap bencana.

Menurutnya, tanggap bencana bukan masalah lari untuk evakuasi tapi yang perama harus paham resikonya, kedua tahu bagaimana cara menanggapinya. “KKetiga, tidak perlu khawatir atau panic,” ujarnya.

Dalam acara ini guru di ajak untuk memainkan board Game SIAGA dengan berbagai macam cara bermain dengan memanfaatkan setiap elemen dalam Board Game tersebut.

"Kami bersyukur bisa mendapat pelatihan dari Baznas. Pelatihan ini beda dari yang lain. Terima kasih untuk game SIAGA yang telah diberikan kepada sekolah kami. Semoga jadi amal jariah  untuk Baznas, dan bisa langsung kami implementasikan kepada  murid-murid kami," kata Syahril, guru  SDN 3 Fillial Sambik Elen Bayan Lombok Utara. Ia merupakan salah seorang  peserta pelatihan guru SIAGA. 

Selanjutnya, peserta mengimplementasikan kegiatannya kepada siswa-siswi di sekolah masing masing dan mengirimkan tulisan inspiratif cara memainkan SIAGA  di sekolahnya.

Sejak Agustus 2018 pasca bencana gempa bumi yang melanda Pulau Lombok dan sekitarnya, Baznas  melalui Lembaga Beasiswa Baznas  (LBB) melaksanakan kegiatan dukungan psikososial kepada anak SD. “LBB  membangun 10 sekolah darurat yang tersebar di Lombok Utara dan Lombok Barat,” ungkap Faqih.

Pelatihan ini di harapkan dapat meningkatkan kapasitas guru dalam hal pengurangan risiko bencana di sekolah. “Dan guru di harapkan pula dapat mengajarkan kepada murid-muridnya di sekolah tentang bagaimana bersikap saat terjadi bencana serta bagaimana cara mengevakuasi diri saat terjadi bencana,” papar Faqih.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA