Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Sudah Sampai Saatnya

Ahad 22 Dec 2019 06:24 WIB

Red: Endro Yuwanto

endro yuwanto

endro yuwanto

Tak gampang bagi seorang atlet untuk memutuskan mengakhiri kiprahnya di atas arena.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Endro Yuwanto *)

Legenda hidup Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, resmi menggantung sepatu usai menjalani laga terakhirnya bersama skuat Macan Kemayoran saat melawan Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa, 17 Desember 2019. Pemain yang akrab disapa Bepe itu menutup karier sebagai pesepak bola profesional di usia 39 tahun.

Bepe memutuskan pensiun setelah berkarier di lapangan hijau selama 20 tahun. Pencetak gol terbanyak bagi timnas Indonesia ini memutuskan untuk pensiun karena menyadari fisiknya tidak lagi mumpuni untuk menunaikan tugas sebagai atlet sepak bola.

Sebelumnya di awal tahun, legenda hidup bulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, juga mengumumkan keputusannya untuk pensiun sebelum pertandingan final Indonesia Masters di Istora Senayan Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. Wanita berusia 34 tahun ini memutuskan pensiun setelah 17 tahun berada di dunia bulu tangkis.

Tak gampang bagi seorang atlet untuk memutuskan mengakhiri kiprahnya di atas lapangan. Butuh pemikiran matang untuk meninggalkan dunia yang sudah digeluti sejak usia belia. Meski hati dan pikiran masih ingin bermain, apa daya faktor fisik yang mulai menurun tak bisa dibohongi.

Kiper legendaris Juventus dan timnas Italia, Gianluigi Buffon, pun mengaku bingung ketika ditanya kapan memutuskan bakal pensiun. Buffon terbilang pemain gaek yang masih menjadi andalan Juve. Pemain kelahiran Carrara itu saat ini sudah menginjak usia 41 tahun.

Banyak yang memprediksi Buffon akan segera gantung sarung tangan. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda mantan penjaga gawang Parma itu bakal melakukannya.

Sama seperti Buffon, hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda apakah musim 2020 akan menjadi kali terakhir Valentino Rossi membalap di MotoGP. Kontrak legenda hidup MotoGP berusia 40 tahun di tim Yamaha juga akan berakhir pada 2020. Namun, belum ada kabar pembicaraan kontrak anyar antara Rossi dan Yamaha. Situasi ini membuat publik menerka-nerka apakah Rossi segera menyusul mantan rekannnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, yang pensiun tahun ini di usia 32 tahun.

Berbeda dengan Buffon dan Rossi, bintang Barcelona dan timnas Argentina, Lionel Messi, telah memutuskan masa depan kariernya. Pesepak bola kelahiran Rosario, Argentina, itu telah mantap untuk mengakhiri kariernya di sepak bola bersama Barcelona.

Messi tercatat masih terikat kontrak dengan Barcelona hingga 30 Juni 2021. Ia sudah bersama La Blaugrana saat masih di akademi La Masia pada 2001. Pemain berusia 32 tahun tersebut memulai kariernya profesional bersama Barcelona pada 2004. Hingga saat ini, peraih enam Ballon d'Or (pemain terbaik dunia) sudah mencetak 604 gol dari 692 penampilan di semua kompetisi bersama Barca.

Bintang timnas Portugal yang kini membela Juventus, Cristiano Ronaldo, mengungkapkan bahwa waktunya pensiun sudah dekat. Kontrak peraih lima Ballon d'Or itu bersama Juventus baru akan usai pada 2022, ketika dirinya berusia 37 tahun.

Pemain berjulukan CR7 ini mengungkapkan keinginannya fokus di dunia bisnis secara penuh usai pensiun satu atau dua tahun mendatang. Selain sukses menjadi seorang pesepak bola, Ronaldo dikenal sebagai pebisnis dengan serangkaian usaha. Jebolan akademi sepak bola Sporting CP ini memiliki merek celana dalam, celana panjang, sepatu, parfum, agensi digital, restoran, tempat olahraga dan hotel, dalam beberapa tahun terakhir.

Waktu akan berlalu bagi semua orang termasuk seorang atlet. Cepat atau lambat seorang atlet pasti akan memutuskan untuk berhenti. Memang tak gampang. Namun berhenti dari arena bukan berarti berhenti dari kehidupan. Di luar sana masih banyak hal menjanjikan dan menyenangkan yang bisa dilakukan.

Pensiun dari lapangan memang masih merupakan momok yang dianggap sulit bagi sebagian besar atlet. Tak sedikit atlet yang memilih terus bekerja di cabang olahraga pilihannya. Umumnya, para mantan atlet itu diangkat sebagai pelatih untuk generasi selanjutnya.

Dengan pergeseran waktu, perubahan dunia, naiknya strata sosial ekonomi, serta besarnya pasar global, kini para atlet seharusnya bisa lebih baik menatap masa depannya.

Sekali lagi, waktu akan berlalu bagi semua orang. Cepat atau lambat siapa pun harus memutuskan untuk berhenti ketika sudah sampai saatnya.

*) Jurnalis Republika Online

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA