Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Menhub Tinjau Stasiun Senen Pastikan Pelayanan Penumpang

Sabtu 21 Dec 2019 22:21 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) berinteraksi dengan penumpang KA Jaka Tingkir saat meninjau di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) berinteraksi dengan penumpang KA Jaka Tingkir saat meninjau di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Budi mengapresiasi pelayanan yang diberikan PT KAI yang sudah jauh lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Stasiun Pasar Senen, Jakarta, guna memastikan pelayanan dan kenyamanan penumpang yang diberikan PT Kereta Api Indonesia dalam menghadapi masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Jakarta, Sabtu (21/12).

Menhub datang ke Stasiun Senen sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung menyapa serta berbincang dengan penumpang yang naik Kereta Api Jaka Tingkir rute Jakarta-Purwosari. Usai berbincang, secara simbolis Menhub langsung bertindak sebagai petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA) untuk memberangkatkan rangkaian kereta api Jaka Tingkir.

"Manajemen waktu untuk satu perjalanan kereta api sangat penting, karena selain masalah pelayanan orang dari satu tempat ke tempat lain, berkaitan dengan Safety karena ada perlintasan dan sebagainya," ujar Budi Karya.

Baca Juga

Budi mengapresiasi pelayanan yang diberikan PT KAI yang sudah jauh lebih baik. Sebagai contoh, sudah tak ada lagi jadwal perjalanan kereta api baik jarak menengah maupun jauh yang molor dari jadwal pemberangkatan awal.

"Saya apresiasi tepat pukul 16.00 (WIB) kereta berjalan. Artinya, manajemen waktu sudah menjadi bagian yang harus benar-benar kita apresiasi," katanya.

Di sisi lain, ia juga puas atas pelayanan dan kenyamanan para penumpang kala membeli tiket hingga menunggu jadwal pemberangkatan sudah mulai lebih baik."Dari yang saya tanya, satu, mereka senang karena sistem pembayaran mudah dan relatif murah, dan dulu saya kaget di ekonomi satu deret (kursi) lima orang, tapi sekarang empat (orang) jadi lebih lega," jelas dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA