Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Legenda PSMS Medan Sakit, Dompet Dhuafa Ulurkan Bantuan

Jumat 20 Dec 2019 17:00 WIB

Red: Gita Amanda

Legenda klub sepakbola PSMS medan tahun 1980-an Sugito, mendapat bantuan dari Dompet Dhuafa Waspada.

Legenda klub sepakbola PSMS medan tahun 1980-an Sugito, mendapat bantuan dari Dompet Dhuafa Waspada.

Foto: Dompet Dhuafa
Kondisi Sugito semakin memprihatinkan karena terus membutuhkan biaya dalam pengobatan

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Sudah sejak 2008, seorang Sugito didiagnosa dengan penyakit diabetes. Bahkan, diabetes yang Sugito alami telah mengakibatkan gagal ginjal pada dirinya.

Baca Juga

Karenanya, kini Sugito juga harus rutin mencuci darah dua kali sepekan. Legenda klub sepakbola PSMS medan tahun 1980-an masih menyimpan semangat, di usianya yang ke-59 tahun. Seperti ketika berseragam hijau PSMS, Sugito menolak untuk berputus asa atas penyakit yang diderita.

“Memang sakitnya ini udah nggak tertahan, dada sesak, minum pun sudah dibatasi, tidur juga tidak tentu, tapi ya saya tetap yakin ada jalan untuk sembuh, namanya juga usaha,” ungkap mantan pemain yang terkenal lincah di masa aktifnya tersebut.

Ditemui di Rumah Sakit (RS) Putri Hijau, Sugito merasa haru kepada Tim Dompet Dhuafa yang telah memberikannya bantuan. “Saya terharu, ada yang peduli untuk membantu saya. Saya tidak menyangka juga adik-adik bisa datang kemari dan saya mengucapkan rasa terima kasih kepada Dompet Dhuafa Waspada serta sampaikan salam dan ucapkan terima kasih saya ya untuk pimpinan kalian, semoga kebaikan mengalir terus,” ujarnya.

photo
Legenda klub sepakbola PSMS medan tahun 1980-an Sugito, mendapat bantuan dari Dompet Dhuafa Waspada.

Saat ditemui tim Dompet Dhuafa Waspada, Sugito mengaku dirinya masih begitu lemah. Kondisinya tidak stabil, semenjak divonis gagal ginjal ini kan harus cuci darah yang kadang kondisi bisa lemah. Pria berusia 59 tahun ini mengaku sudah kehabisan dana untuk biaya berobat ke berbagai rumah sakit. Berobat sudah kemana-mana biaya pun sudah habis-habisan dikeluarkan. Apalagi sekarang cuci darah harus dua kali sehari.

“Awalnya info diterima melalui media massa online, kondisi Sugito semakin memprihatinkan karena terus membutuhkan biaya dalam pengobatan, sehingga kita sebagai lembaga filantropi harus ikut andil untuk memberikan bantuan dalam mengurangi beban Sugito dalam melawan sakitnya,” ucap Sulaiman sebagai Pimpinan Dompet Dhuafa Waspada.

Terkait penyakit yang dideritanya selama sebelas tahun terakhir, Pria yang dimasa aktifnya peraih medali emas PON XI/1985 ini mengaku, selama ini sudah banyak menjalani pengobatan, baik medis maupun alternatif. “Sudah banyak dokter dan rumah sakit yang saya kunjungi. Demikian juga pengobatan alternatif. Namun penyakit ini belum kunjung sembuh,” ujar Sugito dalam siaran pers Dompet Dhuafa.

Sepertihalnya ketika ia menjadi pemain bola, Sugito memilih untuk tetap terus berjuang melawan penyakit yang ia derita hingga peluit panjang terdengar. Entah kemenagan atau kekalahan yang Sugito terima, ia percaya bahwa ikhtiarnya tidak boleh berhenti, biar tuhan yang menentukan hasilnya.   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA