Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Tak Ada Pengamanan Khusus Jelang Nataru di Papua

Jumat 20 Dec 2019 12:17 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah petugas dari kepolisian dan TNI berjaga-jaga untuk melakukan pengamanan natal

Sejumlah petugas dari kepolisian dan TNI berjaga-jaga untuk melakukan pengamanan natal

Foto: Fatwa Nurdin Syafaat
Tidak ada pengamanan khusus pascaindisden baku tembak disrik Sugapa, Intan Jaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapuspen TNI Mayjend Sisriadi memastikan tidak akan ada pengamanan khusus jelang perayaan natal dan tahun baru (nataru) 2020 di Papua pascainsiden baku tembak yang terjadi di di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua. TNI tetap akan mengerahkan pasukan yang saat ini sudah tersedia di Papua.

"Enggak ada (pengamanan khusus), pakai pasukan yang sudah digelar, baik organik, kodam, maupun yang sudah berkekuatan sejak lama, sejak beberapa bulan yang lalu," ujar Sisriadi ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jumat (20/12).

Kendati demikian TNI tetap akan menyiagakan pasukan, prajurit, dan alutsista pendukung. Terutama, imbuhnya, untuk pergerakan apabila diperlukan.

"Intinya pengamanan nataru ini TNI membantu polri, jadi komando pengendaliannya di polri yang tersebar di seluruh wilayah," katanya.

Ia berharap masyarakat Papua bisa merayakan natal dengan penuh kedamaian. Sebelumnya Satgas Penegakan Hukum (Gakum) TNI-Polri kembali terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pada Selasa (17/12). Dua prajurit TNI gugur dalam kontak senjata dengan KKSB di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua.

"Kontak tembak yang terjadi pada Selasa sekitar pukul 15.30 WIT tersebut menyebabkan dua prajurit TNI gugur saat melaksanakan tugas dalam menjamin keamanan warga Papua," ujar Kependam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto, melalui keterangan tertulis yang ia berikan, Rabu (18/12)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA