Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

MUI Respons Positif Penyelenggaraan KL Summit Malaysia

Kamis 19 Dec 2019 19:18 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nashih Nashrullah

Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas

Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
KL Summit dinilai strategis bahas isu keumatan dan dunia Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyambut baik diselenggarakannya Kuala Lumpur (KL) Summit yang dimulai pada Kamis (19/12) selama tiga hari ke depan. 

Baca Juga

Dia mengatakan, pertemuan dibutuhkan menyusul adanya masalah-masalah penting yang menyangkut umat Islam.  

"Terutama mengenai nasib umat Islam di Uighur di Xinjiang, perang di Yaman, masalah gender, kesenjangan ekonomi di kalangan dunia Islam dan masalah Islamofobia," kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulis di Jakarta, (19/12).   

Dia berpendapat, sebenarnya masalah-msalah itu sangat tepat dibahas dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Namun, OKI tampaknya kurang responsif dan lebih banyak menunggu.  

Dia mengatakan, hal itu pada akhirnya mendorong Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad mengambil inisiatif serta langkah-langkah agar dunia bisa mendengar dan memperhatikan suara umat Islam. 

Harapannya, kata dia, supaya negara-negara Barat, Amerika Serikat (AS) dan cina bisa memperbaiki dan merubah sikap dan pandangannya yang sangat merugikan bagi umat Islam.

Dia mengatakan, melalui pertemuan ini diharapkan akan ada cara dan langkah penyelesaian terhadap masalah dan tantangan yang dihadapi dunia Islam termasuk untuk mengatasi Islamofobia. 

Menurutnya, cara-cara yang ditempuh dan dilakukan selama ini kurang berhasil. Islam dan umat Islam selalu terpojok dan dipojokkan. Bahkan menjadi korban dari tindak dan perilaku orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 

"Seperti yang dialami umat Islam di Christchurch, Selandia Baru dimana mereka dibunuh seorang bersenjata secara brutal,” kata dia. 

Anwar berpendapat, KL summit jelas merupakan sebuah pertemuan yang sangat penting dan strategis. Dia mengatakan, pertemuan tidak hanya berarti dan bermakna bagi umat Islam saja tapi juga bagi umat-umat dari agama lain.

"Sehingga dengan demikian diharapkan akan tercipta saling pengertian sehingga dunia yang aman, tentram, dan damai yang diharapkan seluruh umat manusia di atas bumi ini dapat terwujud dan diwujudkan," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA