Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Setelah SEA Games, Voli Putri Indonesia Fokus Pra-Olimpiade

Kamis 19 Dec 2019 18:04 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Wakil Ketua Umum Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI) Irjen Pol. Edy Sunarno di Jakarta, Kamis (19/12).

Wakil Ketua Umum Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI) Irjen Pol. Edy Sunarno di Jakarta, Kamis (19/12).

Foto: Republika/Muhammad Ikhwanuddin
Para atlet berkemungkinan tidak ikut liga nasional jika ditugaskan membela timnas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keringat belum kering setelah berpentas di SEA Games 2019 Filipina, sepekan lalu, cabang olahraga (cabor) bola voli langsung disibukkan dengan persiapan pra-olimpiade di Thailand, Januari nanti. Wakil Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Irjen Pol Edy Sunarno mengatakan, wakil Indonesia yang berangkat ke Negeri Gajah Putih hanyalah nomor putri.

Para atlet yang sudah bergabung dengan pelatnas dipastikan tak akan dipulangkan ke klub masing-masing. "Mereka tidak kembali ke klub. Tapi akan istirahat dulu beberapa hari. Latihan tetap di Sentul, sudah disiapkan," kata Edy, Kamis (19/12).

Sementara untuk putra, Edy mengatakan, belum ada jadwal yang pasti. Untuk itu, ia akan segera berkoordinasi dengan manajemen tim jelang persiapan kompetisi berikutnya dan Olimpiade 2020. "Putra saya pikir juga ada kompetisi, tapi bukan pra-olimpiade. Itu kejuaraan Asia dari kalender federasi voli dunia," ucapnya.

Jelang musim baru Proliga yang direncanakan bakal bergulir di awal tahun 2020, Edy menegaskan para atlet berkemungkinan tidak ikut liga nasional jika ditugaskan mendampingi tim nasional (timnas).

Namun tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengembalikan atlet ke klub jika timnas sudah memiliki atlet pengganti yang mumpuni. Edy melihat beberapa atlet muda potensial yang dapat dipercaya membela Indonesia di kompetisi internasional.

Selain itu, faktor usia atlet juga menjadi tolok ukur federasi menentukan skuat timnas. Edy memastikan, akan melakukan regenerasi di tubuh tim jika pelatih menyetujuinya. "Yang jelas kalau usianya di atas 30 tahun akan kami ganti dengan yang muda-muda. Pelatih sudah siap karena yangg muda sudah menunggu giliran," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA