Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Ini Tip Aman Pemakaian Listrik Saat Musim Hujan

Kamis 19 Dec 2019 17:06 WIB

Red: Agus Yulianto

 Petugas mengecek kelistrikan di Gardu Induk PLN, Cawang, Jakarta, Selasa (29/4).

Petugas mengecek kelistrikan di Gardu Induk PLN, Cawang, Jakarta, Selasa (29/4).

Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wilayah Jakarta dan juga daerah lain di Tanah Air, kini mulai memasuki musim penghujan. Ada banyak hal-hal yang perlu diperhatikan saat  memasuki musim penghujan, termasuk masalah kelistrikan. 

Saat hujan datang, banjir menjadi hal yang harus diantisipasi oleh masyarakat. Maka, demi keselamatan masyarakat, listrik akan dipadamkan oleh PLN apabila rumah warga terendam banjir atau aset PLN seperti gardu distribusi dan gardu induk terendam banjir.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan masyarakat saat banjir untuk menghindari bahaya tersengat aliran listrik yaitu mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter. Selanjutnya, cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman. 

photo
Tips aman pemakaian listrik saat musim hujan. (Sumber: PT PLN (Persereo) UID Jakarta Raya)

"Apabila terjadi banjir dan listrik belum dipadamkam oleh PLN, laporkan segera melalui Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat," kata Ikhsan didampingi Tris Yanuarsyah Senior Manager General Affairs PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Kamis (19/12).

Setelah banjir surut, ucap Ikhsan, pastikan semua alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering. Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Kata dia, penyalaan akan dilakukan dengan didahului oleh penandatanganan berita acara disaksikan oleh Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat.

"Kami juga menghimbau apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik," ungkap Ikhsan.

Masyarakat juga perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boots yang kedap air apabila melewati genangan air untuk menghindari resiko terkena pecahan kaca, paku, bakteri, maupin arus listrik bocor.

photo
Amankan listrik saat musim hujan. (Sumber: PT PLN (Persero) UID Jakarta Raya).

"Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel PLN dengan kabel lain yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak berijin. Selain itu masyarakat yang mengambil listrik langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor," tegas Ikhsan.

Secara rutin PLN telah melakukan inspeksi terhadap tiang-tiang dan kabel untuk memastikan penyaluran energi listrik ke masyarakat dalam kondisi normal dan aman. Masyarakat bisa melaporkan ke PLN apabila menjumpai tiang dan kabel listrik yang membahayakan.

"Kenali dulu kabel dan tiangnya. Kalau kabel PLN itu terpilin dan biasanya terpasang paling atas. Jika yang dimaksud kabel melingkar-lingkar sudah dipastikan itu bukan kabel PLN karena secara teknis hal itu tidak diperkenankan untuk penyaluran listrik. Itu kabel utilitas lain," ungkap Ikhsan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA