Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Gelaran Harbolnas Catatkan Nilai Transaksi Hingga Rp 9 T

Kamis 19 Dec 2019 16:17 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Gita Amanda

Harbolnas mencatatkan transaksi hingga Rp 9 triliun. Foto pekerja jasa pengantar barang layanan daring menyortir paket barang yang akan diantar kepada konsumen, (ilustrasi).

Harbolnas mencatatkan transaksi hingga Rp 9 triliun. Foto pekerja jasa pengantar barang layanan daring menyortir paket barang yang akan diantar kepada konsumen, (ilustrasi).

Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Ini menunjukkan adanya peningkatan trust masyarakat pada belanja online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2019 berhasil mencatatkan nilai transaksi sebanyak Rp 9 triliun lebih. Angka ini melampaui target yang sebesar Rp 8 triliun.     

Nilai transaksi tersebut tercatat dalam hasil survei yang dilakukan Nielsen Indonesia. Survei digelar sepanjang Harbolnas 12.12 pada 11 dan 12 Desember 2019. Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) Ignatius Untung menilai, ini bagian   
dari keberhasilan penetrasi industri 4.0 dari sisi ekonomi digital.

“Ini menunjukkan adanya peningkatan trust masyarakat pada belanja online,” katanya melalui keterangan yang diterima Republika, Kamis, (19/12).

Menurut dia, hasil Harbolnas tersebut menumbuhkan optimisme bagi ekonomi digital. "Kita bisa memberi sumbangsih besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Untung.

Dalam paparannya, Director of Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri melihat peningkatan dari banyak aspek dibanding penyelenggaraan Harbolnas 2018. “Nilai transaksi naik signifikan yakni mencapai Rp 2,3 triliun dibanding tahun lalu. Tepatnya mencapai Rp 9,1 triliun dari sebelumnya Rp 6,8 triliun," tuturnya.

Angka tersebut, Rusdy melanjutkan, juga berasal dari adanya peningkatan penjualan produk lokal yaitu sebesar Rp 4,6 triliun. “Naik sebesar Rp 1,5 triliun dibanding tahun lalu,” jelas dia.

Menariknya, kata Rusdy, Harbolnas bukan hanya menjadi momentum pembelian produk semata untuk pembelian produk melainkan turut meningkatkan pemanfaatan diskon pada pembayaran tagihan atau topup melalui e-commerce.

Hasil survei Nielsen Indonesia menunjukkan adanya peningkatan di bagian bill payment atau top up sebesar tujuh persen. Sementara yang merajai penjualan selama Harbolnas 2019 masih produk-produk fashion, pakaian olah raga, dan kosmetik.   

Produk-produk tersebut mengalami kenaikan rata-rata enam persen dibandingkan tahun lalu. "Meski sebutannya Hari Belanja Nasional, ternyata tidak melulu soal belanja, tapi juga menginspirasi untuk menjadi entrepreneur, sebab Harbolnas menginspirasi masyarakat berjualan online. Ada pertumbuhan online seller sebanyak delapan persen yang muncul karena Harbolnas," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA