Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

El Clasico, Bentrokan, Dominasi Madrid, Hingga Rekor Ramos

Kamis 19 Dec 2019 16:05 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Aksi suporter Barcelona pada laga el classico antara FC Barcelona melawan Real Madrid di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Kamis (19/12) dini hari WIB.

Aksi suporter Barcelona pada laga el classico antara FC Barcelona melawan Real Madrid di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Kamis (19/12) dini hari WIB.

Foto: Albert Gea/Reuters
Pertama kalinya laga el clasico berakhir imbang tanpa gol sejak November 2002.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Ketegangan terjadi di mana-mana. Itulah el clasico. Sebuah duel terbesar di La Liga Spanyol.

Pada edisi perdana musim 2019/2020, pertemuan antara Barcelona melawan Real Madrid berkesudahan imbang 0-0. Laga berlangsung di markas Barca, Stadion Camp Nou, Kamis (19/12) dini hari WIB. Sebelum partai ini dihelat, kericuhan sempat terjadi di luar lapangan.

Menurut Marca, situasi tersebut membuat 46 orang mengalami luka-luka. Ada bentrokan antara 30 ultras Blaugrana, Boixos Nois, dengan kelompok pro-kemerdekaan Katalan atau Tsunami Democratic. Kepolisian lantas memisahkan dua pihak tersebut.

Selanjutnya kelompok pro-kemerdekaan Katalan tersebut terlibat bentrokan dengan pihak keamanan. Situasi berlanjut ke dalam stadion. Para pemrotes membentangkan spanduk berisi pesan ingin merdeka dari Spanyol.

"Spanyol, ayo duduk bersama dan berbicara." demikian salah satu tulisan di spanduk yang dibentangkan di kedua sisi papan skor.

Beruntung selama pertandingan berlangsung, tak ada kericuhan di dalam lapangan. Pertama kalinya el clasico berakhir imbang tanpa gol sejak November 2002. Kubu Madrid mengklaim seharusnya meraih kemenangan.

"Kami mengontrol pertandingan. Semua pemain tampil di level yang sangat tinggi. Tapi sepak bola ujung-ujungnya tentang gol. Kami menciptakan banyak peluang, tapi gagal dalam  penyelesaian akhir," ujar gelandang El Real, Casemiro, dikutip dari Marca.

Tak berlebihan apa yang dikatakan pesepak bola asal Brasil itu. Sepanjang laga, El Real menmbuat empat peluang emas. Sementara, Barca hanya mendulang satu shoot on target.

Pelatih tuan rumah, Ernesto Valverde turut mengakui kedigdayaan kubu tamu. Ia melihat Madrid melakukan tekanan tinggi ke daerah pertahanan klub raksasa Katalan. Pada akhirnya, Barcelona, menurut Valverde, memaksimalkan skill individu pemainnya. "Kadang-kadang kami berhasil, kadang-kadang tidak," ujar entrenador 55 tahun ini.

Hasil tersebut membuat posisi di klasemen belum bergeser. Barca masih di puncak, Madrid di kursi runner-up. Kedua tim sama-sama mengantongi 36 poin dari 17 laga. La Blaugrana unggul selisih gol atas sang rival.

Duel di Camp Nou edisi teranyar, sangat spesial bagi Sergio Ramos. Kapten Real Madrid itu menjadi pemain dengan penampilan terbanyak di el clasico. Jumlah penampilannya mencapai angka 43, melewati Manuel Sanchis (Madrid), Paco Gento (Madrid), dan Xavi Hernandez (Barcelona).

Hanya Lionel Messi yang bisa bersaing dengan Ramos dari segi jumlah penampilan di el clasico. Keduanya masih aktif bermain. Jumlah penampilan Messi telah mencapai angka 42.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA