Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

India, Negara dengan Kematian Tertinggi Akibat Polusi

Kamis 19 Dec 2019 12:41 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Warga India dan turis mengenakan masker untuk menghalau polusi udara saat berjalan di New Delhi, India, Senin (4/11).

Warga India dan turis mengenakan masker untuk menghalau polusi udara saat berjalan di New Delhi, India, Senin (4/11).

Foto: AP
Sebanyak 2,3 juta kematian di India disebabkan oleh polusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aliansi Global untuk Kesehatan dan Polusi (GAHP) menobatkan India sebagai negara dengan angka kematian tertinggi akibat polusi. Posisinya disusul China di urutan kedua, dan Nigeria urutan ketiga.

Laporan dari GAHP menemukan bahwa polusi menjadi salah satu penyebab kematian prematur tertinggi di bumi. Yaitu sebanyak 15 persen atau sekitar 8,3 juta orang meninggal.

India memimpin dengan jumlah kematian akibat polusi sekitar 2,3 juta. Kemudian China dengan jumlah kematian 1,8 juta. Sedangkan Amerika Serikat, berada di urutan ketujuh dengan hampir 200.000 kematian.

"Laporan ini mengingatkan kita semua bahwa polusi adalah krisis global. Tidak masalah di mana kamu tinggal, polusi akan menemukan Anda," kata Rachael Kupka, penjabat Direktur Eksekutif GAHP, dilansir Malay Mail, Kamis (19/12).

"India telah menyaksikan peningkatan polusi industri dan kendaraan dari pertumbuhan perkotaan, yang diperparah oleh sanitasi buruk," tambah Kupka.

Sementara itu, lima negara di Semenanjung Arab seperti Qatar termasuk pada 10 negara di dunia dengan tingkat kematian terendah akibat polusi.

Mengambil data dari Institute of Health Metrics Evaluation, yang berbasis di Seattle dan didirikan oleh Bill dan Melinda Gates Foundation, laporan itu memecah faktor-faktor risiko menjadi empat kategori yautu udara, air, pekerjaan, dan timah. Polusi udara merupakan kombinasi dari kontaminasi rumah tangga, luar ruangan serta ozon. Sementara polusi air termasuk air yang tidak aman juga sanitasi yang buruk.

Risiko pekerjaan yang menyebabkan kematian umumnya akibat karsinogen, asap bekas, partikulat, gas, dan asap. Sedangkan kematian akibat polusi timbal misalnya yang terkait dengan paparan emisi dari bensin bertimbal. Ini mengacu pada timbal yang disimpan, masih tersisa atau dari knalpot mobil.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA