Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Jokowi akan Tinjau Jalan Perbatasan di Kaltara

Kamis 19 Dec 2019 09:10 WIB

Red: Esthi Maharani

 Prajurit Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri berdiri di depan ruang tidur sekaligus kantor di Pos Jaga Perbatasan Indonesia-Malaysia di Sei Kaca Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kaltara, Rabu (22/4).(Antara/M Rusman)

Prajurit Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri berdiri di depan ruang tidur sekaligus kantor di Pos Jaga Perbatasan Indonesia-Malaysia di Sei Kaca Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kaltara, Rabu (22/4).(Antara/M Rusman)

Jokowi diagendakan untuk terbang menuju Bandara Yuvai Semaring, Kabupaten Nunukan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan meninjau jalan perbatasan dan potensi hydro power di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (19/12). Dalam rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kepala Negara diagendakan untuk terbang menuju Bandara Yuvai Semaring, Kabupaten Nunukan dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

Sebelum lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Kota Tarakan, Presiden akan terlebih dahulu melihat maket pembangunan Kaltara. Setibanya di Kabupaten Nunukan, Presiden akan menghadiri prosesi penganugerahan gelar adat Dayak Lundayeh kepada Presiden RI.

Selanjutnya, Kepala Negara dijadwalkan untuk meninjau proyek pembangunan jalan perbatasan. Setelah itu, Presiden akan menuju Bandara Yuvai Semaring untuk kemudian lepas landas menuju Bandara Malinau Robert Atty Bessing, Kabupaten Malinau.

Saat tiba di Kabupaten Malinau, Presiden akan disambut oleh Tetua Adat Dayak Kenyah beserta 11 ketua suku yang ada di Kabupaten Malinau. Usai santap siang bersama, Presiden diagendakan untuk meninjau potensi hydro power melalui udara dengan menggunakan helikopter. Selesai peninjauan, Presiden akan kembali ke Bandara Internasional Juwata, Kota Tarakan, untuk kemudian lepas landas ke Jakarta.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA