Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Lima Hal Penyebab Sering Bangun di Malam Hari

Kamis 19 Dec 2019 07:19 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Sering terbangun di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. (Ilustrasi)

Sering terbangun di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Sering terbangun di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sering terbangun di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, tubuh tidak akan terasa segar ketika bangun di keesokan paginya. Kondisi ini juga dapat memberi dampak yang cukup besar bagi kesehatan fisik dan mental.

Terbangun di malam hari juga turut mengurangi durasi tidur di malam hari. Sleep Health Foundation mengungkapkan kurang tidur dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap suasana hati, produktivitas, dan kesejahteraan hidup.

Beberapa ahli masalah tidur dari Bed Threads mengungkapkan setidaknya ada lima hal yang dapat membuat seseorang terbangun di malam hari dari tidurnya. Berikut adalah kelima hal tersebut seperti dilansir Mail Online.

1. Suhu ruangan

Salah satu hal yang dapat mengganggu tidur adalah suhu ruangan kamar tidur. Suhu ruangan kamar tidur yang ideal untuk tidur adalah 16-18 derajat Celcius. Dengan suhu yang sejuk ini, tubuh akan dapat tidur dengan lebih baik di malam hari.

Suhu ruangan di atas 24 derajat Celcius terlalu hangat sebagai suhu ruangan kamar tidur. Suhu ruangan yang terlalu hangat bisa menimbulkan kegelisahan. Sebaliknya, suhu ruangan di bawah 12 derajat Celcius juga terlalu rendah untuk kamar tidur. Pada suhu ini, tubuh akan sulit tidur karena kedinginan.

2. Pikiran penuh tekanan

Ketika memiliki masalah yang penuh tekanan, seseorang terkadang terus-menerus memikirkan permasalahan tersebut hingga tidur. Jika gangguan stres atau kecemasan sampai mengganggu kualitas tidur, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

3. Apnea tidur

Apnea tidur merupakan sebuah gangguan yang membuat nafas melambat atau bahkan berhenti saat tidur. Kondisi ini menyebabkan kadar oksigen di dalam tubuh menurun.

Ketika hal ini terjadi, tubuh akan tersentak bangun untuk kembali bernafas. Seseorang yang merasa mengalami apnea tidur disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan terapi yang sesuai.

4. Pencernaan

Kecenderungan terbangun di malam hari juga bisa disebabkan oleh masalah pencernaan. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya batasi makanan dua jam sebelum tidur.

Makan terlalu banyak mendekati jam tidur dapat membuat tubuh terasa penuh sekaligus tidak nyaman. Kondisi yang tidak nyaman ini akan membuat tubuh sulit tidur atau terbangun di malam hari setelah tidur.

5. Gangguan perangkat elektronik

Terlepas dari beragam manfaatnya, gawai juga memiliki dampak yang merugikan. Perangkat elektronik seperti ponsel atau tablet sebaiknya tidak diletakkan di kamar tidur agar tidak mengganggu. Penggunaan gawai atau paparan layar lain sebaiknya dihindari setidaknya satu jam sebelum tidur.

Selain itu, kamar tidur sebaiknya diatur agar segelap mungkin. Kondisi kamar yang gelap akan memberi sinyal untuk bisa beristirahat dengan baik. Kamar yang terang dapat membuat tubuh bangun sebelum benar-benar siap.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA