Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Apa Pembeda Habibie & Ainun 3 dengan Film Sebelumnya?

Rabu 18 Dec 2019 20:55 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Reza Rahadian dalam Habibie & Ainun 3

Reza Rahadian dalam Habibie & Ainun 3

Foto: Tangkapan layar
Sutradara ungkap pembeda Habibie & Ainun 3 dibandingkan film terdahulu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sineas Hanung Bramantyo menyutradarai film Habibie & Ainun 3 yang segera tayang di bioskop Indonesia. Pria 44 tahun kelahiran Yogyakarta itu mengatakan, ada pembeda dalam film dibandingkan dua sinema terdahulunya.

Kisah dalam Habibie & Ainun 3 lebih menyoroti masa muda sosok Ainun. Sebelum ini, film pertama Habibie & Ainun arahan sutradara Faozan Rizal rilis pada 2012. Berlanjut dengan Rudy Habibie arahan Hanung yang hadir di bioskop pada 2016.

Baca Juga

"Tiap film Habibie & Ainun, kami usahakan ada hal baru. Setelah film pertama Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari, film kedua ada Ernest Prakasa dan beberapa pemeran baru. Pada film ketiga ini kami menampilkan Jefri Nichol," kata Hanung.

Jefri memerankan tokoh Ahmad, kekasih Ainun saat di bangku kuliah. Dia adalah mahasiswa hukum di Universitas Indonesia, tempat Ainun menempuh studi di jurusan kedokteran. Habibie & Ainun 3 banyak menyoroti romansa mereka berdua.

Habibie sepuh yang diperankan Reza Rahadian tidak ragu menceritakan kisah cinta Ainun dan Ahmad kepada anak cucunya. Bahkan, momen ketika Ahmad melamar Ainun. Ketika cucunya memprotes, Habibie mengatakan bahwa itu hanyalah masa lalu Ainun.

Hanung mengatakan, semua tokoh dalam film Habibie & Ainun 3 memiliki peranan penting. Sutradara yang menempuh studi di Jurusan Film Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu memilih pemeran dengan hati-hati, bahkan untuk yang memiliki sedikit adegan.

photo
Salah satu adegan Habibie & Ainun 3.
Habibie & Ainun 3 turut dibintangi Aghniny Haque, Rebecca Klopper, Eric Febrian, Teuku Rizky, Mike Lucock, Lukman Sardi, Marcella Zalianty, dan Angga Yunanda. Menurut Hanung, film merayakan kembali kisah cinta Habibie dan Ainun.

"Film ini kami kerjakan karena kami mencintai orang yang jujur, berdedikasi, dan sangat cinta kepada Indonesia. Berharap film ini gaungnya besar, karena apa yang kami suarakan juga besar," kata sutradara terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2005 itu.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA