Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Polda NTT Panggil Pimpinan SH Terate dan Kera Sakti

Rabu 18 Dec 2019 20:21 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Bentrokan warga/ilustrasi

Bentrokan warga/ilustrasi

Foto: pixabay
Pimpinan SH Terate dan Kera Sakti dipanggil menyusul bentrok keduanya.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG— Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Hamidin, mengatakan akan memanggil pimpinan dari dua perguruan silat yakni Kera Sakti dan Setia Hati Terate (SHT) di Kabupaten Kupang yang kembali saling bentrok di daerah itu sejak Selasa (17/12) kemarin sore.

Baca Juga

"Untuk sementara dalam waktu satu atau dua hari ke depan kita akan panggil kedua belah pihak untuk kami periksa dan tanyakan terkait bentrok kedua belah pihak yang hingga saat ini tak kunjung reda," katanya kepada wartawan di Kupang, Rabu (18/12).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan kembalinya bentrok antarkedua perguruan silat di kabupaten Kupang yang berimbas pada terganggunya jalur transportasi trans timor akibat penutupan jalan yang dilakukan oleh kedua perguruan.

Konflik kedua perguruan silat ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2014. Terakhir konflik kedua perguruan silat ini terjadi pada pertengahan 2019 yang memakan korban jiwa.

Polisi setempat yakni Polres Kupang sendiri sudah mengatasi masalah ini dan menangkap sejumlah pihak, namun sampai saat ini konflik antar dua perguruan silat itu kembali mencuat.

Orang nomor satu di Polda NTT itu menambahkan selain akan memanggil dua perguruan silat tersebut, langkah lain yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk meredam kasus ini.

"Jadi kita tidak bisa langsung menuduh jika ada perkelahian masyarakat yang salah atau aparat yang salah. Kita perlu duduk bersama untuk menyelesaikan ini," tambah dia.

Dia juga menambahkan untuk menyelesaikan masalah tersebut juga pihaknya akan bekerjasama dengan TNI agar masalah tersebut tak meluas dan berpanjangan.

Sementara itu Kapolres Kupang yang baru dilantik, AKBP Aldinan Manurung, mengatakan bahwa kasus tersebut akan menjadi perhatian pertama dia usai dilantik menjadi Kapolres Kupang. "Intinya kita akan perhatikan ini. Dan saya berusaha untuk dapat segera menyelesaikan masalah ini dan menjadi atensi saya," ujar dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA