Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Februari-Maret Puncak Musim Hujan Jateng Bagian Selatan

Rabu 18 Dec 2019 11:44 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

BMKG menyebut puncak musim hujan Jateng bagian selatan diprakirakan Februari-Maret. ilustrasi

BMKG menyebut puncak musim hujan Jateng bagian selatan diprakirakan Februari-Maret. ilustrasi

Foto: AP Photo/Rajanish Kakade
BMKG menyebut puncak musim hujan Jateng bagian selatan diprakirakan Februari-Maret

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan diprakirakan akan berlangsung pada Februari-Maret 2020. Keterangan itu disampaikan Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo.

"Berdasarkan peta pemutakhiran puncak musim hujan 2019-2020 di Jawa Tengah yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, hanya sebagian kecil wilayah Jateng bagian selatan yang puncak musim hujannya diprakirakan pada Januari. Daerah lainnya pada bulan Februari-Maret," katanya di Cilacap, Rabu (18/12).

Berdasarkan peta tersebut, wilayah Jateng bagian selatan yang diprakirakan memasuki puncak musim hujan pada Januari yakni sebagian Kabupaten Purworejo sebelah timur. Sedangkan wilayah Jateng bagian selatan yang diprakirakan akan memasuki puncak musim hujan pada Februari yakni wilayah tengah Kabupaten Cilacap, sebagian kecil wilayah Banyumas sebelah barat daya dan sebagian kecil wilayah utara terutama sekitar Gunung Slamet.

Sebagian kecil wilayah Purbalingga sebelah barat laut terutama sekitar Gunung Slamet, Banjarnegara bagian timur, sebagian Kebumen sebelah utara, sebagian besar Wonosobo, dan sebagian kecil Purworejo sebelah utara juga memasuki puncak musim hujan di Februari.

"Selebihnya diprakirakan akan memasuki puncak musim hujan pada Maret, yakni sebagian besar wilayah Cilacap, sebagian besar Banyumas, sebagian besar Purbalingga, Banjarnegara bagian barat-barat laut, sebagian besar Kebumen, sebagian kecil Wonosobo bagian tenggara, dan sebagian besar Purworejo," katanya.

Teguh mengatakan berdasarkan pemutakhiran data pemantauan awal musim hujan 2019-2020, di wilayah Jateng bagian selatan terdapat beberapa daerah yang belum memasuki awal musim hujan pada dasarian (10 hari) pertama Desember.

Menurut dia, wilayah yang belum memasuki awal musim hujan pada dasarian pertama Desember di antaranya Cilacap bagian selatan, sebagian Kebumen wilayah selatan-tenggara, dan Purworejo bagian Selatan.

"Suatu wilayah dikatakan telah memasuki musim hujan jika curah hujannya selama tiga dasarian berturut-turut telah mencapai minimal 50 milimeter per dasarian," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA