Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

UNJ Lakukan Percepatan Jumlah Guru Besar

Selasa 17 Dec 2019 20:03 WIB

Red: Ani Nursalikah

UNJ Lakukan Percepatan Jumlah Guru Besar. Foto Universitas Negeri Jakarta (ilustrasi)

UNJ Lakukan Percepatan Jumlah Guru Besar. Foto Universitas Negeri Jakarta (ilustrasi)

Foto: unj.ac.id
Jumlah guru besar tetap dan aktif di UNJ saat ini 49 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin mengatakan melakukan percepatan jumlah guru besar di kampusnya. "Jumlah guru besar tetap dan aktif di UNJ saat ini 49 orang. Harus kita akui jumlah ini relatif minim dan belum mencapai kebutuhan yang ideal," ujar Komarudin usai pengukuhan dua guru besar di Jakarta, Selasa (17/12).

Dia menambahkan, UNJ memiliki 373 lektor dan 228 lektor kepala. Fakta itu, ujar dia memberikan harapan bagi UNJ untuk menambah jumlah guru besar.

Krisis guru besar tidak hanya terjadi di UNJ, namun juga terjadi di sejumlah kampus lainnya di Tanah Air. "Salah satu langkah yang dilakukan untuk mempercepat jumlah guru besar yakni dengan program percepatan guru besar," ujarnya.

Melalui program tersebut, kampus menfasilitasi publikasi ilmiah internasional bereputasi dan pendampingan administrasi bagi para lektor kepala hingga memperoleh jabatan guru besar. "Kami berharap dalam waktu tidak lama, jumlah guru besar di UNJ semakin meningkat," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, UNJ mengukuhkan dua guru besar bidang manajemen pendidikan dan teknologi pembelajaran yakni Prof Eliana Sari Munthalib dan Prof M Japar. Prof Eliana Sari ditetapkan sebagai guru besar UNJ bidang manajemen pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ dan Prof M Japar sebagai guru besar tetap bidang ilmu teknologi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Sosial UNJ. Rektor UNJ berharap dengan kehadiran dua guru besar UNJ tersebut dapat menginisiasi terbentuknya Pusat Kajian Anti Korupsi dan Pusat Studi HAM dan Perdamaian.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA