Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Kampung Halaman Messi Menawarkan Tur Emosional Sang Bintang

Selasa 17 Dec 2019 03:10 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Striker Barcelona FC Lionel Messi berfoto dengan trofi Bola Emas (Ballon dOr) pada malam penganugerahan  Ballon d

Striker Barcelona FC Lionel Messi berfoto dengan trofi Bola Emas (Ballon dOr) pada malam penganugerahan Ballon d

Foto: Yoan Valat/EPA-EFE
Messi akan menyumbangkan lebih banyak memorabilia di museum kota itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepak bola nyatanya tidak selalu menjadi aktivitas favorit Lionel Messi. Di masa kecilnya, ketika tinggal di lingkungan sederhana La Bajada di kota asalnya Rosario, Argentina, ia menghabiskan waktu dengan bersepeda bersama teman-teman, membangun benteng dari cabang dan batu, bermain petak umpet, dan sesekali mencuri lemon dari tetangga untuk membuat jus.

Kisah-kisah itu dan yang lainnya adalah fokus dari tur baru yang ditawarkan oleh Pemerintah Daerah Rosario untuk merayakan hari kelahiran pahlawan yang berusia 32 tahun itu. Seorang superstar olahraga internasional yang baru saja memenangkan Ballon d'Or (pemain terbaik dunia) keenam yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tur yang diadakan oleh balai Kota Rosario tidak dikenai biaya dan tersedia dalam aplikasi yang diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Aplikasi tersebut akan memandu penggemar melalui 10 perhentian.

Beberapa rumah tampak lebih tinggi dari dua lantai di La Bajada, sebuah lingkungan kelas menengah di kota yang berjarak 300 kilometer di barat laut Buenos Aires. Di tengah jalan Israel berdiri sebuah rumah abu-abu, ditutup dengan tirai dan dilindungi pagar. Tidak ada tanda di luar yang menunjukkan bahwa itu adalah rumah Messi, dan tidak ada yang tinggal di sana sekarang, meskipun itu masih milik keluarganya.

Bagaimanapun, para tetangga tidak begitu malu dengan koneksi yang dimiliki Messi. Lukisan berwarna-warni didedikasikan untuk bintang sepak bola itu. Gambarnya terlukis di depan rumah dan juga di trotoar. Berwarna biru dan putih seragam tim nasional Argentina dengan cat hitam nomor punggung 10 milik Messi. Tetangga dan teman-teman Messi selalu rela berbagi cerita dengan pengunjung yang datang.

"Leo bersikap normal dan biasa seperti orang lain di sini," kata Diego Vallejos, salah satu teman masa kecil Messi kepada The Associated Press di lapangan sepak bola berpasir di klub El Campito ketika tiga anak muda sedang bermain sepak bola di sana.

“Kami jatuh dan terluka saat bermain sepeda. Kami pergi ke jalan dengan bom air dan melemparkannya ke bus," ungkap Vallejos, yang berusia satu tahun lebih tua dari Messi.

photo
Lionel Messi

Tur juga membawa pengunjung pada sekolah tempat Messi belajar dulu, juga klub Abanderado Grandoli, tempat pertama ia mempelajari sepak bola. Kampung halaman tempat tinggalnya dulu tampaknya memiliki hubungan agak jauh dengan Messi, dan para pejabat mengatakan tur itu betujuan untuk mengubahnya. Meskipun, Balai Kota Rosario mengatakan keluarga Messi tidak ikut serta dalam pembuatan tur.

"Apa yang ingin kami tekankan adalah bahwa Leo adalah produk dari kotanya, dan bahwa ada kehidupan dan banyak kisah di belakang sang bintang," kata agen pariwisata Rosario, Santiago Valenti.

Messi lahir 24 Juni 1987, di Rumah Sakit Italiano Garibaldi di Rosario. Dia tinggal di kota itu sampai tahun 2000, sebelum dia pindah ke Barcelona. Sebuah museum olahraga yang baru dibuka, beberapa blok dari rumah tua Messi, menawarkan tur interaktif tentang kehidupan bintang-bintang lokal dalam balap, tinju, bola basket, dan sepak bola.

Di bagian museum, Messi diperkenalkan oleh lukisan yang memadukan monumen dari Rosario dan Barcelona, ​​dengan kalimat, "Semua yang saya lakukan, saya lakukan untuk sepak bola."

Dua layar raksasa menampilkan tujuan dan kesaksian dari rekan satu timnya. "Idenya bukan untuk membayar upeti untuk keberhasilan olahraga. Ini untuk mengungkap jalan yang dia lalui, segala sesuatu yang harus dilalui seorang atlet untuk sampai ke puncak gunung es yang kita lihat ketika dia berada di podium," kata koordinator museum Juan Echeverría.

Museum telah menghubungi keluarga Messi dan ayah dari Messi mengatakan dia akan menyumbangkan lebih banyak memorabilia. Salah satu item yang dipamerkan adalah kemeja merah kecil dengan kerah putih. Di bawahnya adalah daftar resmi Messi sebagai pemain akademi Newell's Old Boys dan foto dirinya sedang tersenyum. Pusat kota adalah kompleks Malvinas tempat Newell's memiliki akademi sepak bola. Di sanalah Messi muda difilmkan menggocek lawan yang jauh lebih besar.

"Di sinilah semuanya dimulai," kata Lisandro Conte, seorang karyawan di akademi.

Saat itu, kata Lisandro, Messi tidak bermain untuk Newell's lantaran ada pemain lain yang tampak lebih menjanjikan. "Taruhan pun ditempatkan pada mereka," kata Conte.

Kendati demikian, Lisandro mengungkapkan Messi mengatakan dirinya ingin menutup kariernya bersama Newell's, klub kota asalnya di negaranya sendiri setelah karier profesional di tim La Liga Spanyol, Barcelona, berakhir.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA