Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Krisdayanti Anggap Malaysia Rumah Kedua

Senin 16 Dec 2019 22:57 WIB

Red: Ani Nursalikah

Krisdayanti Anggap Malaysia Rumah Kedua. Krisdayanti (tengah).

Krisdayanti Anggap Malaysia Rumah Kedua. Krisdayanti (tengah).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Lagu "Menghitung Hari" Krisdayanti terkenal di Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Penyanyi Indonesia Krisdayanti terlihat sebagai sang diva saat melangkah ke sesi wawancara di Mandarin Oriental Kuala Lumpur. Semuanya bersinar dalam kreasi emas berkilauan oleh perancang busana Anaz yang berbasis di Jakarta.

Sebagaimana dilansir Malay Mail, Senin (16/12), wanita berusia 44 tahun itu berada di kota ini selama akhir pekan untuk pertunjukan khusus di Yayasan AIDS Malaysia (MAF)-Berjaya, Tun Dr Siti Hasmah Penghargaan Gala Dinner 2019. Penyanyi yang menjadi politikus ini mengatakan salah satu fokus utamanya adalah menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

"Saya merasa bangga malam ini saya tampil dan bernyanyi untuk tujuan mulia," katanya.

Ditanya apakah dia lelah karena jadwalnya yang padat, dia tersenyum dan menjawab 'sudah biasa'. Seperti banyak orang yang telah mengunjungi Malaysia, Krisdayanti menantikan kuliner yang ditawarkan kota ini dan berbelanja.

"Suami saya datang untuk perjalanan ini dan dia sangat senang pergi berbelanja di KLCC. Saya selalu menganggap Malaysia sebagai rumah karena itu telah menjadi bagian besar dari karier musik saya sejak 1998 sebelum banyak artis Indonesia dikenal di sini,” katanya yang konser terakhirnya di KL berada di Istana Budaya pada 2017.

Dia ingat pertama kali di Kuala Lumpur pada 1998, ketika menghabiskan satu bulan mempromosikan musiknya di bawah Warner Music dan bertemu dengan penyanyi Malaysia, Datuk Seri Siti Nurhaliza, Ning Baizura, dan Datuk Sheila Majid. "Semua orang sangat menyambut untuk menerima saya, tidak hanya sebagai orang asing yang bernyanyi, tetapi mereka juga ingin berkolaborasi," katanya.

Karena memiliki hit ikonik seperti "Menghitung Hari", ia berterima kasih atas lagu-lagunya yang selalu dikenang. Dalam momen yang menyenangkan, ia itu mengatakan cara terbaik untuk mengukur apakah sebuah lagu telah menyentuh publik adalah melalui sopir taksi.

“Sopir taksi di sini selalu bertanya kepada turis dari Indonesia, apakah Anda tahu lagu 'Menghitung Hari? Jadi saya merasa seperti saya perwakilan musik Indonesia di Malaysia,” katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA